Jumat , 19 April 2019
Home / Daerah / Mukomuko / Serunai Didaftarkan Lagi ke Kemendikbud

Serunai Didaftarkan Lagi ke Kemendikbud

 

SERUNAI: Tampak pemain Serunai meniupkan Serunai, kemarin (3/2).

MUKOMUKO – Setelah sukses mendaftarkan Tari Gandai menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Giliran alat musik pengiring Tari Gandai yang didaftarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mukomuko. Yakni alat musik Serunai. Alat khas ini didaftarkan untuk bisa dinobatkan dan dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Benda.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Mukomuko, Rasita, S.Pd, mengatakan seluruh berkas untuk kelengkapan pengajuan itu sudah diserahkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Diantaranya dokumen hasil kajian terkait Serunai. Mulai dari asal muasal Serunai, cara pembuatan hingga cara memainkannya. Pihaknya tidak hanya menelusuri kepada seniman-senima Serunai. Tapi juga datang ke daerah asal adanya Tari Gandai, yakni di Kecamatan Malin Deman.

“Tari Gandai sudah sukses diajukan ke pusat menjadi Warisan Budaya Tak Benda. Bagaimana dengan Serunai? Ini alat musik dari Tari Gandai, kita ajukan kembali,” ujar Rasita.

Kini pihaknya menunggu hasil telaah dari pihak Kemendikbud. Dan bersiap jika nanti masih ada dokumen pendukung yang masih harus dilengkapi lagi. “Kita menunggu apakah ada kekurangannya. Kita berusaha memenuhi untuk suksesnya Serunai atau dengan sebutan aslinya Sunai, bisa juga tercatat di pusat,” target Rasita.

Diantara keuntungan bagi masyarakat Kabupaten Mukomuko jika ini berhasil dikukuhkan, tidak akan ada daerah lain yang bisa mengklaim alat musik Serunai itu. Dicontohkan seperti Tari Gandai. Meski Tari Gandai sekarang ada di luar wilayah Kabupaten Mukomuko, namun daerah itu tidak bisa lagi mengklaim. Karena sudah dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Kabupaten Mukomuko.

“Kalau Serunai ini diakui, daerah lain tak bisa mengklaim sebagai budaya asli mereka. Memang mungkin saja, Serunai ini ada kesamaan bentuk dengan daerah lain. Tapi beda dalam memainkannya,” demikian Rasita.(hue)

Berita Lainnya

Renovasi Ruang Paripurna Habiskan Rp 1.8 Miliar

MUKOMUKO –Gagal terwujud tahun 2018, akhirnya kegiatan renovasi interior ruang rapat paripurna DPRD Mukomuko, kembali ...

error: Content is protected !!