Kamis , 22 Agustus 2019
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Waspada Serangan DBD, 7 Puskesmas Siaga

Waspada Serangan DBD, 7 Puskesmas Siaga

BENTENG – Sebanyak 7 Puskesmas yang sudah melayani gangguan serangan Demam Berdarah Dengue (DBD), saat ini patut bersiap. Karena, musim yang tidak bisa diprediksi dengan benar, akan menyebabkan nyamuk dengan mudah berkembang biak.

Kasi Penanganan Penyakit Menular, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bengkulu Tengah (Benteng), Idham Kholid, SKM menjelaskan, Puskesmas yang sedang siaga wabah DBD tersebut adalah Puskesmas Taba Teret, Puskesmas Ujung Karang, Puskesmas Taba Lagan, Puskesmas Kembang Seri, Puskesmas Srikuncoro, Puskesmas Pekik Nyaring dan Puskesmas Sukarami.

Jika melihat wilayahnya, di Kecamatan Taba Penanjung ada 2 Puskesmas, Kecamatan Karang Tinggi ada 1 Puskesmas, Kecamatan Talang Empat ada 1 Puskesmas, Kecamatan Semidang Lagan 1 Puskesmas, dan Kecamatan Pondok Kelapa ada 2 Puskesmas.

“Untuk korban terbanyak saat ini masih di Puskesmas Ujung Karang, dengan jumlah korban mencapai 14 orang sejak akhir tahun 2018 hingga Januari 2019,” terangnya, kemarin (3/2).

Sementara untuk Puskesmas lainnya, yakni Taba Teret dan Pekik Nyaring juga sama-sama menemukan 6 kasus DBD. Hal ini patut diwaspadai, karena musim hujan yang menjadi musimnya nyamuk dengan mudah berkembang biak, harus diminimalisir dengan berbagai kegiatan. Misalnya membersihkan penampungan air supaya nyamuk tidak mudah berkembang biak.

Idham mengakui, saat ini untuk ditangani seluruhnya oleh Dinkes menjadi tidak mungkin. Karena, pihaknya tidak memiliki anggaran sama sekali. Yang ada hanya racun dan alat yang bisa diberikan untuk pelaksanaan fogging. Sementara, jika masyarakat ingin tempat tinggalnya dilaksanakan fogging, supaya melakukannya secara swadaya terutama menyangkut anggaran operasionalnya.

Hal ini diakui Kepala Puskesmas Ujung Karang, Ida Raiyani, SKM. Dikatakannya, Puskesmas yang menerima laporan pasien terbanyak akibat wabah DBD di Kabupaten Benteng, saat melakukan fogging dengan biaya dari masyarakat. “Masyarakat menjadi peduli terutama untuk kesehatan mereka sendiri,” demikian Ida. (vla)

Berita Lainnya

7.600 Hektare Lahan Pertanian Kekurangan Air

BENTENG – Sekitar 7600 hektare lahan pertanian di Kabupaten Benteng saat ini kekurangan air karena ...

error: Content is protected !!