Senin , 14 Oktober 2019
Home / Uncategorized / Pemuda Cabuli Pelajar

Pemuda Cabuli Pelajar

 

DIAMANKAN: Tersangka tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur, BD (21) berhasil diamankan Unit PPA Sat Reskrim Polres Kepahiang.

KEPAHIANG – Ada-ada saja ulah yang dilakukan BD (21) warga Kecamatan Kabawetan. Karena terinspirasi dari cerita teman-temannya yang sudah menikah, yang mengatakan bahwa menikah itu enak, pemuda yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tani tersebut ini nekat melakukan tindak asusila terdahadp seorang pelajar, sebut saja Kembang (13) warga satu desa dengannya. BD saat ini terpaksa meringkuk di balik jeruji besi Mapolres Kepahiang.

Kapolres Kepahiang AKBP Pahala Simanjuntak, SH, S.IK melalui Kasat Reskrim AKP Yusiady, S.IK membenarkan bahwa saat ini tersangka BD masih diamankan di Mapolres Kepahiang, dan tengah menjalani pemeriksaan intensif atas kasus dugaan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam pasal 76D jo pasal 81 ayat (1), (2) dan pasal 76E jo pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo UU RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

“Tersangka kita amankan berdasarkan laporan yang masuk kepada kita yakni LP / B 18 /II/2019/ Bkl/Kph, pada tanggal 2 Februari 2019 lalu. Dalam laporan tersebut diketahui bahwa tersangka telah melakukan setidaknya 2 kali perbuatan persetubuhan terhadap korban pada Sabtu 13 Mei 2017 hingga dengan Senin 18 bulan September 2017, di Kecamatan Kabawetan,” terang Yusiady.

Diterangkan Yusiady, tersangka diamankan sekitar pukul 22.00 WIB Minggu (3/2). Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan aparat kepolisian, tersangka akhirnya mengakui bahwa dirinya telah melakukan persetubuhan dengan korban. Ia juga mengaku bahwa kejadian tersebut dilakukan lantaran ia terpengaruh oleh cerita teman-temannya yang sudah menikah, bahwa kata teman-temannya menikah itu enak. Namun ia menolak jika dituduh memaksa korban untuk berhubungan badan, karena menurut tersangka BD aksi tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka.

“Kalau untuk perbuatan persetubuhan berdasarkan keterangan tersangka dilakukan dua kali. Namun untuk perbuatan pencabulan, tersangka mengakui sudah sering dilakukan. Dia (tersangka, red) mengatakan perbuatan tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka, dan setiap sudah melakukan hubungan badan, korban diberi uang oleh tersangka sebesar Rp 5.000,” beber Yusiady.

Terkuaknya perbuatan tersangka ini, berawal dari curhatan korban dengan teman sekelasnya. Dimana korban mengakui pernah dipaksa berhubungan badan oleh tersangka. Oleh teman korban, hal tersebut kemudian diceritakan kepada guru korban. Yang kemudian guru korban pun memanggil korban guna mencoba menanyakan hal tersebut, dan korban pun mengakui apa yang telah dialaminya.

“Dari guru korban, kemudian menyampaikan apa yang telah dialami korban ke keluarga korban. Kemudian oleh pihak sekolah dan keluarga korban, pun melaporkan ke Polres Kepahiang,” terang Yusiady.

Untuk membuktikan laporan tersebut, selain memeriksa korban dan saksi-saksi, Polres Kepahiang melakukan visum et repertum (VET). “Hasil dari VET inilah yang menjadi titik awal kita melakukan penangkapan atas tersangka. Dan saat ini tersangka masih kita amankan di Mapolres Kepahiang untuk penyelidikan lebih lanjut,” beber Yusiady.(sly)

Berita Lainnya

Pemda Provinsi Proses SK CPNS Susulan

BENGKULU –Sebanyak 285 CPNS Pemprov Bengkulu yang sudah menerima SK pengangkatan CPNS pada 28 Februari ...

error: Content is protected !!