Jumat , 26 April 2019
Home / Daerah / Seluma / Purbosari Tolak Bantuan Rp 1,9 M

Purbosari Tolak Bantuan Rp 1,9 M

SELUMA – Desa Purbosari, Kecamatan Seluma Barat akhirnya menolak dana bantuan Program Inkubasi Inovasi Desa Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID-PEL) Kemendes PDTT sejumlah Rp 1,9 miliar. Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Andalas Desa Purbosari merasa keberatan atas syarat dan aturan penggunaan bantuan tersebut.

‘’Awalnya saat pertemuan pertama dana bantuan tersebut bisa digunakan untuk pengembangan produk lokal/desa oleh Bumdes, kami menyanggupi. Namun saat pertemuan kedua bersama Kemendes PDTT disebutkan dana tersebut untuk biaya produksi. Jadi kami tidak sanggup, sehingga kami batalkan menerima dana bantuan tersebut,’’ terang Sekretaris Bumdes Andalas, Hendrik kepada RB kemarin (5/1).

Dijelaskan Hendrik, pihaknya bukan tidak mampu mengolah dana tersebut untuk menghasilkan produk lokal. Namun sudah terbayang olehnya akan mengalami kendala saat pemasaran, sehingga dipastikan akan mengalami kerugian, dana bantuan terbuang percuma.

‘’Kalau rencana awal uang tersebut akan kami belikan truk untuk mengangkut TBS kelapa sawit milik warga. Namun karena tidak diperbolehkan dan harus digunakan untuk produksi lokal, kita putuskan tidak menerima,’’ kata Hendrik.

Menanggapi penolakan tersebut, Plt. Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Seluma, Drs. Syukran Efendi melalui Kabid PMD, Mulyadi mengatakan sangat menyayangkan Bumdes Andalas menolak batuan Kemendes PDTT. ‘’Kami juga maklum dengan keputusan Bumdes ini. Tapi seharusnya jangan menolak, terima dan laksanakan dulu. Banyak produk lokal di Purbosari yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk andalan sebagai pendapatan Bumdes,’’ ujar Mulyadi.

Lanjutnya dirinya juga terkejut dengan adanya perubahan aturan teknis penggunaan dana bantuan Kemendes PDTT. Karena sebelumnya dana tersebut bisa digunakan oleh Bumdes penerima untuk usaha bidang pelayanan. Namun terbaru, tidak diperbolehkan karena harus digunakan untuk memproduksi dan pengembangan produk lokal desa.

‘’Kelemahan Kemendes PDTT mengucurkan bantuan ini memang di pemasaran. Seharusnya juga disiapkan penampungnya, sehingga Bumdes tidak lagi kebingungan soal pemasaran produk yang diolahnya tersebut,” terang Mulyadi.

Menindaklanjuti pembatalan Bumdes Andalas, Dinas PMD mengusulkan Bumdes di Desa Sukasari, Kecamatan Air Periukan sebagai penggantinya. ‘’Namun ini masih kita usulkan, mudah-mudahan di setujui. Sehingga dana bantuan tersebut tetap masuk ke Bumdes yang ada di kabupaten kita (Seluma),’’ ujar Mulyadi.(aba)

Berita Lainnya

PSU Dua TPS Sekalak Paling Lama 27 April

SELUMA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Seluma telah menyampaikan surat rekomendasi ke Komisi Pemilihan ...

error: Content is protected !!