Minggu , 18 Agustus 2019
Home / Daerah / Lebong / 14 Rumah Terancam Tertimbun

14 Rumah Terancam Tertimbun

TURUN: Penjabat Sekda Kabupaten Lebong, Dalmuji saat meninjau kondisi rumah warga Desa Lokasari yang terancam tertimbun longsor, kemarin (6/2).

LEBONG UTARA – Banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Lebong Selasa (5/2) tidak bisa dianggap sepele. Dampak serius dirasakan 14 warga Desa Lokasari, Kecamatan Lebong Utara yang rumahnya terancam tertimbun tanah akibat tebing di Desa Kampung Gandung, Kecamatan Lebong Utara, ambles.

Pantauan RB, ada 8 rumah yang kondisinya paling rawan tertimbun longsor karena berada persis di bawah tebing yang kondisinya ambles lebih 1 meter. Kedelapan rumah masing-masing milik Joko Siregar, Awang Papilayah, Totok, Rudi Hidayat, Zakia, Jamilah, Dadang, Apen. Bila hujan masih terus mengguyur Lebong dan tidak ada penanganan serius, dipastikan tanah tebing di Desa Kampung Gandung akan terus ambles dan akan memicu longsor besar. Sebab, siring di atas tebing tidak mampu menampung luapan air hujan.

Joko (43), pemilik rumah yang rawan tertimbun mengaku khawatir menempati rumahnya karena sewaktu-waktu hujan deras bisa kembali turun. Saat ini ia terpaksa mengungsikan keluarga ke rumah saudaranya. ‘’Kami sangat berharap Pemkab Lebong segera membangun pelapis di tebing yang ambles itu demi keselamatan kami yang tinggal di sini (bawah tebing, red),’’ kata Joko.

Sementara Penjabat Sekda Kabupaten Lebong, Drs. Dalmuji Suranto mengatakan sudah meminta Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPRHub) mengupayakan pembangunan pelapis atau tanggul di tebing Desa Kampung Gandung. Ia sendiri akan koordinasi ke bupati terkait anggarannya.

‘’Yang jelas pembangunannya tidak bisa menggunakan dana tanggap bencana karena peruntukannya bersifat perorangan,’’ ungkap Dalmuji saat meninjau lokasi banjir dan longsor, kemarin.

Ia juga sudah memerintahkan Camat Lebong Utara, Sumitro, S.Sos mendata apa saja yang dibutuhkan masyarakat korban banjir. Dimintanya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosial (PMDS) melakukan tindakan darurat.

‘’Salah satunya memasang terpal di tebing Desa Kampung Gandung agar air hujan dan luapan siring tidak langsung menerjang tanah tebing,’’ tutur Dalmuji.

Kepada masyarakat, Dalmuji mengingatkan tidak membuang sampah sembarangan. Bahkan dengan kondisi ini ia meminta perangkat Desa Kampung Gandung dan sekitarnya membersihkan aliran siring yang tersumbat. ‘’Kalau air di siring lancar, paling tidak siringnya masih mampu menampung aliran air hujan sehingga tidak terjun langsung ke tebing,’’ tukas Dalmuji.(sca)

Berita Lainnya

75 PNS Terima Satyalancana

PELABAI – Dalam peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-74 yang digelar Pemkab ...

error: Content is protected !!