Selasa , 16 Juli 2019
Home / Berita utama / Baru 12 Proyek Lelang Senilai Rp 6,3 Miliar

Baru 12 Proyek Lelang Senilai Rp 6,3 Miliar

BENGKULU–  Asisten II Pemda Provinsi Bengkulu Yuliswani mengatakan saat ini proyek yang masuk ke UKPBJ adalah paket DED atau konsultasi. Sudah ada 12 paket proyek senikai Rp 6,3 miliar yang masuk ke Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Provinsi Bengkulu. Setelah selesai DED, baru nantinya akan dilelang paket proyek fisik dari DED tersebut.

Kemudian bagi DED yang sudah selesai di tahun lalu bisa segera dilelang di tahun ini. “Kalau DED belum selesai, maka belum bisa dilelang. Karena penganggarannya belum ada maka DED banyak dianggarkan tahun ini,” terang Yuliswani.

Dia mengatakan, bagi DED yang sudah siap, maka sekarang panitia di OPD tengah mengecek persiapan di lapangan. Selain itu juga mereka sedang mengajukan permohonan ke UKPBJ untuk lelang. “Dari sekian banyak yang sudah diumumkan ini, kan sudah pasti ada tahapannya. Tahapannya Februari pasti sudah ada yang selesai lelangnya,” terangnya.

Kepala Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Bengkulu M. Rochman mengatakan, mereka dalam waktu dekat ini akan melakukan audiensi dengan gubernur. Bersama dengan 11 asosiasi jasa kontruksi untuk membicarakan percepatan pembangunan di Pemda Provinsi Bengkulu. Agar bisa berkoordinasi dengan asosiasi ini. Sehingga kedepannya pembangunan bisa lebih baik lagi. “Kita akan bersurat ke Pemprov untuk meminta waktu melakukan audiensi,” tutupnya.

Mempercepat penyerapan anggaran dan pembangunan, Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menargetkan bulan ini sudah ada paket pekerjaan fisik jalan yang dilelang. Kabid Bina Marga Dinas PUPR Ir. Mulyani mengatakan, ruas jalan yang akan dilelang di bulan Februari ini adalah proyek empat ruas jalan di Kabupaten Mukomuko. Yakni pembangunan jalan Mukomuko Dusun Gedang simpang Yamaja Pondok Kopi senilai Rp 9,87 miliar.

Kemudian peningkatan jalan Penarik Lubuk Pinang senilai Rp 2,88 miliar. Peningkatan jalan Lubuk Gedang SP VI (arga Jaya – SP3 Selagan Jaya) Rp 17,8 miliar, peningkatan jalan Tanah Rekah SP IV Teras Terunjam RP 5,87 miliar. “Saat ini tengah finalisasi persiapan. Bulan Februari ini sudah dimasukkan ke Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) untuk dilelang,” kata Mulyani.

 

Selain 4 ruas jalan di Kabupaten Mukomuko, juga ada dua ruas jalan Provinsi di Kota Bengkulu yang direncanakan akan dilelang di bulan Februari ini. Namun untuk jalan Provinsi di Kota Bengkulu ini Mulyani belum mau membeberkan jalan apa, yang akan dilelang itu. Namun dalam rencana umum pengadaan (RUP), ruas jalan provinsi di Kota Bengkulu yang sudah dianggarkan untuk dibangun adalah, peningkatan jalan Wisata Pantai Panjang senilai Rp 15,8 miliar. Kemudian item peningkatan ruas jalan provinsi di Kota Bengkulu Rp 11,760 miliar. Kemudian ada belanja jalan Danau Dendam Tak Sudah RP 7.98 miliar. “Dua paket jalan provinsi dalam Kota juga kita tergetkan dilelang Februari ini,” terangnya.

Tahun ini Bidang Bina Marga menangani 105 paket proyek fisik maupun non fisik atau konsultansi. Dengan total anggaran mencapai Rp 522,143 miliar. Saat ini tim Bidang Bina Marga tengah mempersiapkan segala sesuatu untuk percepatan pelelangan itu. “Tim kami masih di lapangan untuk mengukur dan menyesuaikan kondisi yang ada. Sehingga nantinya berkas lengkap untuk bisa dilakukan pelelangan,” terangnya.

Mulyani mengatakan mereka akan berusaha secepatnya untuk melakukan pelelangan untuk percepatan pembangunan tersebut. Beberapa tim telah turun untuk melakukan persiapan di lapangan. Kemudian memperbaiki beberapa hal yang didapati di lapangan. “Kita masih terus melakukan persiapan itu,” terangnya.

Sementara itu juga, menyikapi keluhan masyarakat terkait dengan jalan provinsi yang rusak di Kota Bengkulu, Bidang Bina Marga juga melakukan perbaikan sementara untuk ruas jalan itu. Seperti jalan berlubang di Hibrida. Kemarin tim turun untuk membuat kotak-kotak di lubang jalan itu untuk proses tambal sulam. Ini merupakan respon cepat untuk menyikapi kerusakan jalan itu. “Ya tim tadi sudah turun mengkotak-kotak lubang jalan itu untuk proses penambalan,” terangnya.

Dia mengatakan, kedepannya jalan ini juga akan dilakukan peningkatan. Sebagai sebuah solusi jangka panjang untuk perbaikan jalan Hibrida. “Ya kita sudah turun mengecek jalan dalam kota yang belum ditingkatkan tahun ini, kita lakukan penanganan sementara,” tutupnya.

Sementara itu salah seorang pengendara yang melintas di jalan Hibrida Suherman mengeluhkan kondisi jalan di Hibrida yang rusak. Sebab rusaknya jalan itu akan berimbas pada kendaraan yang digunakannya menjadi lebih cepat rusak. Terutama pada bagian kaki-kaki kendaraannya. “Banyak sekali lubangnya, dalam-dalam lagi. Kita berharap supaya bisa lekas ditambal. Ini meresahkan kita masyarakat,” terangnya.

Melintasi jalan yang rusak penuh risiko. Selain berbahaya juga akan membuat kantong bisa saja jebol. “Kalau kendaraan rusak karena melintas jalan rusak, ya butuh uang tambahan untuk ke bengkel,” tutupnya.(del)

Berita Lainnya

Cari_aman di Sekolah

BENGKULU – Astra Motor kembali bekerjasama dengan Polsek Gading Cempaka melakukan kampanye keselamatan berkendara. Kegiatan ...

error: Content is protected !!