Sabtu , 16 November 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Pelaku Asusila Terancam 15 Tahun Penjara

Pelaku Asusila Terancam 15 Tahun Penjara

AKP YUSIADY

KEPAHIANG – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kepahiang, hingga saat ini terus menggeber pemeriksaan atas kasus dugaan persetubuhan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur, yang dilakukan oleh tersangka Rb (21), warga Kecamatan Kabawetan terhadap Kembang (13) – bukan nama sebenarnya – yang dilakukan sejak tahun 2017 lalu.

Dari hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan, pelaku Rb terancam disangkakan pidana penjara maksimal 15 tahun. Hal ini lantaran pelaku terbukti melanggar pasal 76D Jo Pasal 81 ayat (1), (2) dan Pasal 76E Jo Pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Kapolres Kepahiang, AKBP Pahala Simanjuntak, SH, S.IK melalui Kasat Reskrim, AKP Yusiady, S.IK ketika dikonfirmasi membenarkan, bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan atas perkara asusila tersebut. Kendati dari keterangan pelaku mengaku bahwa perbuatan itu dilakukan atas dasar suka sama suka, namun menurut Yusiady aturan hukum yang berlaku tidak mengenal istilah tersebut.

“Apapun alasan dan alibinya, Undang-undang yang berlaku tidak mengenal istilah suka sama suka. Karena anak-anak di bawah umur tidak dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Yusiady, kemarin (6/2).

Bahkan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap korban dan saksi-saksi lainnya, Yusiady mengatakan pihaknya menemukan beberapa fakta bahwa selain kepada korban, pelaku juga pernah mengajak beberapa teman korban untuk berhubungan badan. Hanya saja tipu muslihat pelaku untuk mengerjai anak-anak di bawah umur tersebut gagal. Naasnya hanya korban yang berhasil diperdayai oleh pelaku.

“Banyak anak-anak yang dibujuk rayu oleh pelaku, namun dari sekian itu hanya korban yang bernasib naas yang akhirnya terjebak oleh pelaku,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan aparat kepolisian, tersangka akhirnya mengakui bahwa dirinya telah melakukan persetubuhan dengan korban. Ia juga mengaku bahwa kejadian tersebut dilakukan lantaran ia terpengaruh oleh cerita teman-temannya yang sudah menikah, bahwa kata teman-temannya menikah itu enak. (sly)

Berita Lainnya

Prioritaskan Infrastruktur

KEPAHIANG – Program perencanaan pembangunan untuk tahun 2020 saat ini masih disusun. Dari puluhan program ...

error: Content is protected !!