Kamis , 27 Juni 2019
Home / Metropolis / Pelunasan BPIH Masih Tunggu Surat Resmi

Pelunasan BPIH Masih Tunggu Surat Resmi

DAFTAR: Guru MAN 1 Model Kota Bengkulu saat mengantre untuk mendaftar haji di Kantor Kemenag Kota Bengkulu

BENGKULU – Meskipun DPR dan Menag sudah mengesahkan besaran biaya haji tahun 2019, namun Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu masih menunggu surat resmi dari dari Menag atau Keputusan Presiden (Kepres). Hanya saja diperkirakan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini sesuai dengan yang sudah disahkan, Rp 35,235 juta.

“Memang sudah ada pengesahan antara DPR-Kemenag tapi untuk kepastiannya kita masih menunggu surat resmi dari menag dan juga kepres,” ujar Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kota Bengkulu, Ramadan Subhi, SE, MM kepada RB, kemarin.

Namun menurut Ramadan, BPIH tahun ini tidak akan berbeda dengan jumlah biaya yang sudah disahkan oleh DPR-Menag. Tinggal lagi kepastian nya, termasuk jadwal pelunasannya masih menunggu surat resmi, yang hingga kemarin belum diterima oleh Kantor Kemenag Kota Bengkulu. “Biasanya tidak jauh beda dengan yang sudah disahkan. Kalau mengacu dengan besaran yang sudah disahkan sekitar Rp 35,2 juta lebih maka sama dengan tahun lalu juga Rp 35 juta lebih,” jelasnya.

Bila BPIH tahun ini sebesar Rp 35,235 juta, sambung Ramadan, maka Calon Jemaah Haji (CJH) yang berangkat tahun ini tinggal melunasi sisanya sekitar Rp 10 juta lebih. Mengingat untuk mendapatkan nomor porsi keberangkatan, CJH sudah membayar uang muka Rp 25 juta. Per 31 Januari untuk waitng list (daftar tunggu) haji di Kota Bengkulu sendiri sudah mencapai 7.367 CJH.

Dengan kata lain, untuk jatah kuota keberangkatan 311 orang pertahunnya maka warga Kota Bengkulu daftar sekarang baru bisa berangkat 24-25 tahun tahun kemudian. “Kota paling tinggi waiting list haji di Provinsi Bengkulu. Rata-rata dalam 1 bulan itu ada warga yang mendaftar hampir sejumlah kuota keberangkatan. Perharinya bisa 8-10 orang yang daftar haji,” bebernya.

Sementara itu guru MAN 1 Model Kota Bengkulu Guspita, M.Pd, yang sedang mengantre mendaftar haji bersama 3 rekannya di Kantor Kemenag Kota Bengkulu kemarin, berharap ada penambahan kuota keberangkatan haji untuk Kota Bengkulu. Sehingga keberangkatan CJH yang baru mendaftar sekarang tidak harus menunggu 24-25 tahun kedepan. “Umur kita sekarang sudah 50 tahun, menunggu 24 tahun lagi jadi umur kita sudah 74 atau 75 tahun baru berangkat. Mudah-mudahan ada penambahannya,” harapnya.

Senada dengan Dra. Umaimah rekan Guspita, beraharap ada kebijakan dari pemerintah Indonesia dan Arab Saudi untuk menambah kuota keberangkatan haji setiap tahunnya bagi Indonesia termasuk Bengkulu. “Optimis bisa ada penambahan kuota keberangkatan. Kalau ada tambahan bisa lebih cepat juga kita berangkatnya,” tutup Umaimah. (key)

Berita Lainnya

Gelombang Tinggi Hantam Laut Bengkulu

BENGKULU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Pulau Baai Bengkulu kembali merilis ...

error: Content is protected !!