Rabu , 24 April 2019
Home / Metropolis / Tes Seleksi Honorer Diminta Transparan

Tes Seleksi Honorer Diminta Transparan

BENGKULU – Pelaksanaan tes seleksi sejumlah pegawai tidak tetap (TPP) atau tenaga honorer yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menggunakan sistem online yang tidak diumumkan secara langsung ke publik, menuai sorotan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Sudisman, S.Sos menyayangkan pelaksanaan tes seleksi honorer dengan sistem online tidak berlaku transparan oleh Pemkot. Sebab menurutnya, bila Pemkot sudah memberlakukan sistem online maka pengumuman hasil harus secara langsung diumumkan ke publik.

“Ketika pendaftaran dilakukan sistem online, terus pelaksanannya tes juga sistem online. Maka hasilnya juga harus diumumkan secara online secara langsung. Jadi pemkot harus transparan, bukan malah hasil tes ditunda diumumkan,” kritik Sudisman.

Menurut Sudisman, pihaknya mendukung pelaksanaan tes seleksi dilakukan secara online mengikuti perkembangan tekhnologi zaman saat ini. Namun ia meminta pelaksanaan tes online jangan sekedar formalitas saja bila tidak diumumkan langsung. “Sebab kalau tidak diumumkan langsung, hasil tes itu sangat rawan dimanipulasi. Makanya kita sangat menyayangkan bila pemkot tidak mengumumkan langsung hasil tes online itu,” ungkapnya.

Selain itu lanjut Sudisman, persoalan perekrutan tenaga honorer Pemkot ini sangat rawan berpolemik. Oleh sebab itu Pemerintah Kota dalam hal ini harus berlaku transparan dan terbuka terkait proses seleksi yang dilakukan. “Jangan sampai kejadian seperti dulu terulang lagi. Berawal dari penyeleksian terkesan tidak transparan. Sementara tenaga honorer yang sudah lama bekerja bertahun-tahun dan dikenal rajin malah diganti dengan tenaga baru yang terkesan tidak adil,” beber Sudisman.

Terpisah Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Hamsi juga meminta agar jumlah penerimaan honorer yang direkrut tahun ini segera disampaikan secara real dan transparan ditiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).  Hal ini menyangkut soal biaya belanja anggaran yang akan dikeluarkan dari APBD kota.  “Kita belum mengetahui persis berapa jumlah yang direkrut kali ini. Sebab laporan jumlah honorer ini menyangkut soal biaya belanja anggaran yang dikeluarkan dari APBD. Jadi harus benar-benar transparan,” terang Hamsi.

Selain itu permasalahan yang pernah timbul, menurut Hamsi, berawal dari proses verifikasi sejumlah honorer di lingkungan Pemda Kota Bengkulu yang pernah dilakukan tahun sebelumnya tidak transparan. Bahkan dari hasil verifikasi tersebut belum pernah diumumkan ke publik secara terbuka.

“Jadi lebih baik pemkot itu harus transparan dalam melaporkan jumlah penerimaan ditiap OPD secara keseluruhan mulai dari sekarang. Kemudian setelah hasil tes juga harus disampaikan nama-namanya secara terbuka,” ujarnya.

Dilansir sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bengkulu, Senin (4/2) kembali menggelar Tes Pegawai Tidak Tetap (PTT) secara online Tahap I yang diikuti sebanyak 235 peserta dari OPD PUPR, Sekretariat Dewan, dan Sekretariat Kota. Namun menariknya, meski melalui sistem online tapi hasilnya tak langsung diumumkan.(new)

Berita Lainnya

Pemprov Kaji Peluang Rekrut CPNS dan PPK

BENGKULU – Pemprov Bengkulu mengkaji kemungkinan untuk merekrut calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2019 ...

error: Content is protected !!