Jumat , 26 April 2019
Home / Daerah / Seluma / Waspada Penyakit Keringat Darah

Waspada Penyakit Keringat Darah

SELUMA – Kepala Dinas Pertanian (Distan) Seluma, Marah Halim, SP mengingatkan masyarakat di Kabupaten Seluma mewaspadai wabah penyakit keringat darah atau virus Jembrana. Virus ini kerap  menyerang sapi.

‘’Salah satu faktor mewabahnya penyakit ini karena perubahan cuaca yang ekstrem. Sebagaimana kita ketahui saat ini, cuaca sedang tidak menentu. Jadi peternak khususnya pemilik sapi harus mewaspadai agar ternaknya tidak terjangkit penyakit ini,’’ terang Marah Halim kepada RB kemarin (6/1).

Menurut Marah Halim, pada Desember 2018 lalu ada delapan ekor sapi milik warga Desa Kungkai Baru, Kecamatan Air Periukan, ditemukan mati. Hasil pemeriksaan ada dugaan sapi-sapi itu mati karena terjangkit Jembrana. Gejala yang dilihat pada sapi sangat mirip dengan ciri-ciri sapi yang terserang Jembarana.

‘’Kalau dilihat dari gejalanya hingga sapi itu ditemukan mati memang penyakit Jembarana. Namun kita masih menunggu hasil uji laboratorium dari Lampung dari sampel darah yang telah kita kirimkan yang hingga saat ini belum kita dapati hasilnya,’’ sampai Marah.

Untuk mencegah virus ini menyebar lanjut Marah, pihaknya telah mengingatkan warga khususnya Desa Kungkai Baru untuk mengandangkan semua sapi miliknya. Karena dengan cara ini, kondisi kesehatan sapi akan terus terpantau dan mudah diawasi.

‘’Kebiasaan masyarakat di sana (Kungkai Baru,red) masih meliarkan sapi miliknya. Kami minta agar semua sapi dikandangkan guna menekan penyebaran virus Jembrana bila ada ternak yang terjangkit,’’ ujarnya.

Kepada masyarakat Seluma, Kadistan juga meminta agar tanggap jika mendapati sapi mati mendadak. Segera melapor ke Distan Seluma untuk diambil tindakan segera. ‘’Jika cepat diketahui, minimal kita lakukan langkah preventif. Jangan sampai wabah Jembarana ini meluas dan menyerang sapi lainnya,’’ pungkasnya.(aba)

Berita Lainnya

PSU Dua TPS Sekalak Paling Lama 27 April

SELUMA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Seluma telah menyampaikan surat rekomendasi ke Komisi Pemilihan ...

error: Content is protected !!