Selasa , 10 Desember 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Bandel, 10 Pedagang Ditertibkan

Bandel, 10 Pedagang Ditertibkan

PENERTIBAN: Personel Satpol PP Kepahiang melakukan penertiban pada pedagang di Taman Santoso Kecamatan Kepahiang, Kamis (7/2).

KEPAHIANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kepahiang kembali melakukan penertiban terhadap para pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sekitar kawasan Taman Santoso Kecamatan Kepahiang, kemarin (7/2). Dari penertiban tersebut sebanyak 10 orang pedagang sempat diamankan ke Kantor Satpol PP Kepahiang untuk dilakukan pemeriksaan.

Aksi penertiban yang dilakukan ini bukan kali pertama. Sebelumnya pada tahun 2018 lalu, pedagang yang berjualan di seputaran tersebut sempat mendatangi kantor DPRD dan Pemkab Kepahiang untuk menyampaikan aspirasinya lantaran tidak terima ditertibkan oleh pemerintah.

Hanya saja untuk kali ini, penertiban yang dilakukan karena para pedagang yang sebelumnya telah melakukan kesepakatan atas kebijakan yang diberikan Pemkab Kepahiang, melanggar kesepakatan tersebut. Dalam kesepakatan para pedagang diperbolehkan berjulan di trotoar Taman Santoso namun tidak berjualan dengan menggunakan kendaraan roda empat.

Kasatpol PP Kepahiang, Bambang Utomo, SH menerangkan tindakan yang dilakukan oleh anggotanya karena sejumlah pedagang buah kembali berjualan menggunakan mobil di lokasi terlarang. “Sesuai dengan kebijakan yang telah disepakati tidak diperbolehkan berdagang menggunakan mobil, kemudian pedagang buah yang berjulan di trotoar Taman Santoso dibatasi. Kita tidak menginginkan nantinya akan memancing pedagang luar berjualan menggunakan mobil di lokasi tersebut,” terangnya.

Usai ditertibkan, sejumlah pedagang yang dibawa ke kantor Satpol PP. “Sebenarnya kita bisa saja mengambil tindakan penyitaan tapi tidak dilakukan. Jadi apa yang kita lakukan ini hendaknya menjadi teguran agar di kemudian tak terulang. Sebab tak menuntut kemungkinan apabila ini dibiarkan berlarut bisa kembali terlulang,” tegas Bambang dalam pertemuan bersama pedagang di kantor Satpol PP.

Sementara itu salah seorang pedagang buah, David menuturkan alasannya berjualan mengunakan mobil di lokasi tersebeut karena banyaknya pedagang buah yang berjulan di depan lapak tempat mereka berjualan. “Sebenarnya kami terpaksa berjulan dengan mobil karena banyak mobil yang berjualan di depan lapak kami, jadi kami ikut. Kami sepakat jika ditertibkan artinya besok dan seterusnya tak lagi ada yang berjualan menggunakan mobil,” ungkapnya.(sly)

Berita Lainnya

Dua Lahan Puskesmas Masih Bermasalah

KEPAHIANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang saat ini tengah mempersiapkan perencanaan untuk pembangunan Instalasi Pembuangan ...

error: Content is protected !!