Selasa , 20 Agustus 2019
Home / Breaking News / Diskusi Kopi Sembari Ngopi Bersama Menteri, Menuju Kopi Bengkulu Go Internasional

Diskusi Kopi Sembari Ngopi Bersama Menteri, Menuju Kopi Bengkulu Go Internasional

DISKUSI: Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo saat hadir di Kampung Kopi. Bersama akademisi Hermen Malik, dan dari perwakilan BNI berdiskusi tentang kopi Bengkulu di halaman Graha Pena RB. (foto : yunike/rb)

Ada yang berbeda di halaman Graha Pena RB, Kamis  (7/2). Halaman parkir Graha Pena RB tidak hanya ramai dengan kendaraan, tapi terlihat gerai kopi dan jajanan. Ikut meramaikan Kampung Kopi gelaran RB dan RBTV. Berikut laporannya.

YUNIKE KAROLINA, Bengkulu

DISKUSI tentang kopi sembari ngopi bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) RI Eko Putro Sandjojo, semakin menambah semarak suasana Kampung Kopi di halaman Graha Pena RB. Mulai dari permasalahan, perkembangan hingga kelebihan kopi Bengkulu dibahas di Kampung Kopi. Untuk menuju kopi Bengkulu Go Internasional.

Ikut hadir akademisi Hermen Malik mantan Bupati Kaur, dan perwakilan dari BNI Kanwil Palembang, Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno, S.Sos, MH. Dalam diskusi kemarin, menteri juga sempat memuji barista penyaji minuman capucino miliknya. “Kegiatan seperti ini baik karena kopi itu bukan tentang menanamnya saja, tapi pengelolaan pasca panennya agar kualitas kopi menjadi berbeda,” kata Eko.

Menurut Eko, kopi sekarang ini merupakan bagian dari life style,  dan bisa memberikan nilai tambah bagi petani kopi di Indonesia termasuk petani kopi Bengkulu. Juga agar ada nilai tambah, diperlukan pelatihan-pelatihan untuk menciptakan barista-barista. Supaya bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi generasi milenial. “Paling penting pengelolaannya, karena meskipun jenis kopi sama tapi perlakuannya berbeda maka harga kopinya juga menjadi berbeda,” beber Eko.

Lanjutnya, tahun ini dana desa lebih ke pemberdayaan, salah satunya pembentukan desa wisata dengan menyajikan kopi. Sehingga diprediksi usaha kopi akan meningkat, dan ini merupakan peluang bagus bagi petani kopi di Indonesia termasuk Bengkulu untuk meningkatkan nilai jual biji kopinya. “Ini peluang bagi petani kopi, tinggal lagi pengelolaannya pasca panen agar biji kopinya menjadi lebih bernilai,” terangnya.

Sementara itu, Hermen Malik optimis kopi Bengkulu bisa go Internasional. Mengingat kopi di Bengkulu memiliki keistimewaan, dan karakter tersendiri serta banyak potensi tempat penghasil kopi yang kondisi geografis daerahnya cocok untuk tanaman kopi. Seperti di Kepahiang dipakailah karakter kopi cokelat dan pedas karena rasanya yang unik. Kemudian di Rejang Lebong memiliki karakter rasa herbal, lalu kopi Arabica nya memiliki rasa pahit. Hanya saja saat ini orang belum bangga minum kopi Bengkulu, dan ini menjadi PR bagi semua untuk menjadikan kopi Bengkulu lebih bernilai, dan membuat orang bangga saat minum kopi Bengkulu.

“Saya kira itu sangat bagus untuk dikembangkan, dan ini bisa go internasional. Dan kita Dangau Datuk 2 bulan lagi akan ke Hainan Cina mempromosikan kopi Bengkulu,” demikian Hermen. (**)

Berita Lainnya

Pilgub Sulit Head To Head

BENGKULU – Pemilihan Gubernur (Pilgub) tahun 2020 sulit untuk head to head ( dua pasang ...

error: Content is protected !!