Sabtu , 23 Februari 2019
Home / Daerah / Bengkulu Selatan / Lima Tahun Lakukan Pengobatan Pada PL

Lima Tahun Lakukan Pengobatan Pada PL

EKPOSE: Kasat Reskrim AKP. Enggarsah Alimbaldi, SH, S.IK ekspose barang bukti dan tersangka Ar (40) yang merupakan pelaku pengobatan abal-abal.

KOTA MANNA – Tersangka Ar (40) warga Ketapang Pasar Manna akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka– oleh penyidik Sat Reskrim Polres Bengkulu Selatan (BS). Dijadikan tersangka, karena Ar melakukan pengobatan medis abal–abal hingga menyebabkan korbannya Desi Seftianty, merupakan pemandu lagu (PL) meregang nyawa. Bahkan dari keterangan pelaku, dirinya sudah 5 tahun melakukan pengobatan medis abal-abal kepada PL di Kabupaten BS.

Dari ekspose ini Satreskrim Polres BS mendapati bahwa aksi pengobatan ini sudah dilakukan selama 5 tahun bahkan hampir seluruh pasien merupakan PL.  Aksi pengobatan abal–abal yang dilakukan tersangka ini terkuak usai pihak penyidik menggelar pemeriksaan secara intensif pada tersangka. Selain itu dari hasil penggeledahan di kediaman tersangka, ditemukan perkakas ritual layaknya dukun.

Dijelaskan Kapolres BS AKBP. Rudy Purnomo, S.IK, MH melalui Kasat Reskrim AKP. Enggarsah Alimbaldi, SH, S.IK, saat digelar ekspose bahwa para PL di BS, sering minta ataupun tersangka menawarkan jasa pengobatan baik secara medis maupun secara mistis.

Selain itu tersangka juga mengaku, memang tak punya riwayat sekolah ilmu kesehatan. Dan pihaknya mendapati tersangka miliki rekanan di salah satu apotek di daerah BS untuk mendapatkan obat–obatan. Terkait dengan dugaan perbuatan menggugurkan bayi, penyidik masih terus mendalami hal tersebut.

‘’Setelah kita teliti lebih dalam tersangka memang sudah sering melakukan pengobatan. Dan pengobatan ini bukan hanya secara medis saja. Tetapi juga dengan cara mistis,” terang Enggarsah.

Dengan perbuatannya, tersangka terancam kurungan penjara selama 5 tahun.  Sementara dari pengakuan tersangka, bahwa dia berani melakukan pengobatan secara medis lantaran sempat dekat dengan salah seorang dokter. Sehingga berdasarkan kedekatan itulah dirinya berani melakukan pengobatan secara medis. Tapi ia mengakui, kejadian pasien meninggal dunia memang baru kali ini terjadi.

‘’Saya miliki teman dekat seorang dokter. Jadi dari sanalah saya sedikit paham tentang medis. Soal PL yang meninggal dunia ini baru pertama kali,” ungkapnya.(tek)

Berita Lainnya

Asyik Pesta Sabu di Kosan, Dua Pemuda Diamankan

KOTA MANNA– Pemakai barang haram Narkotika jenis sabu kembali terjadi di wilayah hukum Polres Bengkulu ...