Jumat , 26 April 2019
Home / Metropolis / Ribuan Warga Miskin Belum Terima PKH

Ribuan Warga Miskin Belum Terima PKH

LELAH: Nazarudin warga Kelurahan Malabero ini belum masuk dalam penerima PKH dan BPNT. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya dengan sang isteri, Nazarudin harus memulung sampah untuk dijual.

BENGKULU – Ribuan warga miskin di Kota Bengkulu belum menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk penyaluran tahap I. Dari total penerima PKH sebanyak 12.091 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), tercatat sudah 10.482 KPM menerima bantuan PKH dengan besaran berbeda. Sehingga masih ada 1.609 warga yang belum menerima PKH.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu, Ir. Syahrul Tamzie mengatakan ada sekitar 1.609 KPM belum menerima bantuan PKH penyaluran tahap I yang sudah dimulai sejak akhir Januari lalu untuk Provinsi Bengkulu. Belum disalurkannya bantuan tersebut karena Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) untuk 1.609 KPM ini belum turun dari Kementerian Sosial (Kemensos) ke bank yang bekerja sama untuk penyaluran PKH.

“Sudah Rp 13,781 miliar PKH disalurkan untuk 10.482 KPM di Kota Bengkulu. Sisanya masih menunggu SP2D turun dari pusat,” ujar Syahrul kepada RB, kemarin.

Penyaluran PKH, sambungnya, langsung dari bank yang bekerja sama dalam penyaluran program PKH ke rekening KPM. Nantinya KPM bisa mengambil langsung baik melalui ATM bank atau agen seperti BRILink. Besaran bantuan diterima KPM tergantung komponen yang ada dalam keluarga tersebut. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, untuk penyaluran tahap 1 tuntas semuanya,” harapnya.

Syahrul menambahkan dirinya memiliki rencana untuk memasang stiker keluarga sangat miskin/miskin di setiap kediaman KPM. Selain sebagai penanda bahwa keluarga ini tercatat sebagai penerima bantuan PKH, juga diharapkan ada kesadaran sendiri dari KPM yang merasa perekonomiannya sudah mampu atau sejahtera mengundurkan diri dari program ini.

Sehingga peluang bagi warga yang benar-benar miskin untuk masuk daftar antrian penerima PKH lebih besar karena ada penerima mengundurkan diri. “Saya sudah ada rencana untuk masang stiker, karena menurut saya ini senjata ampuh. Tapi yah ini butuh dana juga, nanti akan kita coba usulkan kembali di APBD Perubahan,” bebernya.

Lanjutnya, pada tahun 2018 saja sudah ada 80 KPM yang dikeluarkan dari Basis Data Terpadu (BDT) milik Kemensos karena sudah masuk kategori keluarga mampu. Dari 80 orang ini diantaranya ada dengan secara sadar mengajukan diri keluar dari PKH, dan ada juga yang dikeluarkan berdasarkan hasil evaluasi pemantauan di lapangan. Ke depan Dinsos Kota Bengkulu bekerja sama dengan kepolisian, akan melakukan pemantauan lebih rutin. Sehingga penerima program PKH di Kota Bengkulu benar-benar tepat sasaran, yaitu warga sangat miskin/miskin.

“Insya Allah di Kota Bengkulu sudah sesuai mekanisme dan petunjuk tapi masih banyak warga miskin belum masuk PKH. Ada sekitar 21 ribuan warga masuk BDT, tapi penerima PKH baru 12.091 KPM,” demikian Syahrul. (key)

Berita Lainnya

Jual Miras Harus Setor Rp 50 Juta

BENGKULU – Pemkot Bengkulu menunjukkan keseriusannya dalam rangka mengendalikan dan mengawasi peredaran minuman beralkohol atau ...

error: Content is protected !!