Senin , 19 Agustus 2019
Home / Daerah / Mukomuko / Sebulan Peternak Merugi Rp 600 Jt

Sebulan Peternak Merugi Rp 600 Jt

MATI: Petugas kesehatan hewan memeriksa sejumlah organ sapi yang sudah mati untuk memastikan sapi tersebut terkena penyakit Jembrana atau tidak.

MUKOMUKO –Sangat luar biasa serangan penyakit Jembrana di Mukomuko. Tempo sebulan, kerugian yang diderita peternak sapi di Kabupaten Mukomuko, bisa menembus angka Rp 600 juta, bahkan lebih.

Data teranyar pada Dinas Pertanian (Distan) Mukomuko, dari 80 kasus yang ditemukan, sebanyak 60 kasus berujung sapi mati. Sempat ada 22 ekor sapi cepat diketahui, sehingga berusaha diobati. Namun dari jumlah itu, hanya 20 ekor sapi yang berhasil sembuh.

Dua ekor lagi mati seperti sapi-sapi lainnya sehingga total tempo sebulan itu sudah 60 ekor sapi milik warga mati. “Positif terkena jembrana,” ujar Kabid Peternakan Distan Mukomuko, Warsiman.

Kasus terbanyak, di Desa Rawa Bangun Kecamatan XIV Koto. Jumlah sapi yang mati akibat Jembrana mencapai 49 ekor. Tak seekorpun bisa ditangani oleh petugas kesehatan hewan. ‘’Jadi memang daerah endemis Jembrana, terlambat pula boosternya,” papar Warsiman.

Sisanya tersebar di 12 desa di Kabupaten Mukomuko. Dari 12 desa itu hanya di 3 desa lainnya yang sapinya mati. Yakni di Desa Tirta Makmur Kecamatan Air Manjuto 9 ekor mati, 1 ekor berhasil sembuh. Juga ada 1 ekor mati di Desa Agung Jaya Kecamatan Air Manjuto meski sempat diupayakan penanganan oleh petugas kesehatan hewan.

Dan 1 ekor lagi mati akibat Jembrana yakni di Desa Teluk Bakung Kecamatan Pondok Suguh. Tetapi masih beruntung, dari empat ekor diobati, sebanyak 3 ekor sapi bisa sembuh. Adapun desa yang ternak sapinya bisa diselamatkan dari serangan penyakit Jembrana, yakni di Desa Air Rami 1 ekor.

Desa Arga Jaya 2 ekor, Desa Talang Rio Kecamatan Air Rami 3 ekor. Di Desa Sibak dan Air Buluh Kecamatan Ipuh masing-masing 2 ekor. Lalu Desa Sumber Sari Kecamatan Sungai Rumbai 2 ekor, di Desa Talang Arah Kecamatan Malin Deman 3 ekor dan Desa Lubuk Pinang Kecamatan Lubuk Pinang 1 ekor.

Lebih lanjut dijelaskan untuk kasus Jembrana di Desa Air Rami, Arga Jaya, Talang Rio, Sibak, dan Talang Arah, sapi yang terkena penyakit ini, bahwa sapi itu baru saja didatangkan dari Kabupaten Bengkulu Utara (BU). Untuk kasus Jembrana di Desa Lubuk Pinang dan Tirta Makmur, sapi tersebut baru didatangkan dari Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

Sedangkan Desa Air Buluh dan Sumber Sari sapi yang terkena Jembrana yakni sapi yang seharusnya sudah booster. Kalau untuk di Desa Teluk Bakung sapi tersebut dari Kota Bengkulu.

‘’Sementara ini penanganannya disemprot memakai zat antivektor. Kemudian oleh petugas kesehatan hewan, sedang dilakukan upaya penanganan Jembrana. Dengan memberi obat ramuan dari petugas, dengan harapan cukup efektif,’’ demikian Warsiman.(hue)

Berita Lainnya

Reward 36 Paskibraka Jalan-jalan ke Bogor

MUKOMUKO – Ini yang kali pertama diberikan reward oleh Pemkab Mukomuko kepada Pasukan Pengibar Bendera ...

error: Content is protected !!