Minggu , 18 Agustus 2019
Home / Metropolis / Eks Honorer Sorot Hasil Tes Onlin

Eks Honorer Sorot Hasil Tes Onlin

BELUM DIUMUMKAN: Seleksi tes honorer di Pemkot Bengkulu empat hari lalu dengan menggunakan sistem online. Sampai kini hasilnya belum keluar.

BENGKULU – Polemik tes seleksi sejumlah pegawai tidak tetap (PTT) yang digelar Pemkot Bengkulu menggunakan sistem online yang tidak diumumkan secara langsung ke publik, juga menjadi sorotan sejumlah eks honorer. Mereka yang ikut serat dalam seleksi itu, mempertanyakan hasil tes seleksi yang tidak langsung diumumkan, padahal sudah menggunakan sistem online.

Sejumlah eks honorer Pemkot saat ditemui RB mengaku was-was jika dirinya tidak dipekerjakan lagi. Mengingat pelaksanaan tes sistem online yang sudah dilakukan tidak diumumkan secara langsung oleh Pemkot. “Kalau sekarang kita masih menunggu hasilnya seperti apa. Karena kita juga belum tahu berapa yang akan kembali dipekerjakan lagi. Sebab saat tes kemarin banyak juga orang-orang baru yang ikut,” ujar salahsatu eks. Honorer Pemkot berinisial Jh.

Disampaikan Jh, pelaksanaan sistem online yang digelar Pemkot tersebut terkesan hanya simbolis semata. Sebab waktu sebelum pelaksanaan tes diumumkan ke calon peserta bahwa hasilnya akan diumumkan otomatis secara langsung lewat aplikasi. “Sekarang buktinya tidak ada. Inilah yang sangat kita sayangkan sekali, kesannya kalau seperti ini tidak transparan,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Sudisman, S.Sos menyayangkan pelaksanaan tes seleksi honorer dengan sistem online tidak berlaku transparan oleh Pemkot. Sebab menurutnya, bila Pemkot sudah memberlakukan sistem online maka pengumuman hasil harus secara langsung diumumkan ke publik.

“Ya kita sangat sayangkan. Seharusnya ketika pendaftaran dilakukan sistem online, terus pelaksanannya tes juga sistem online. Maka hasilnya juga harus diumumkan secara online secara langsung. Jadi pemkot harus transparan, bukan malah hasil tes ditunda diumumkan,” kritik Sudisman.

Menurut Sudisman, pihaknya mendukung pelaksanaan tes seleksi dilakukan secara online mengikuti perkembangan tekhnologi zaman saat ini. Namun ia meminta pelaksanaan tes online jangan sekedar formalitas saja bila tidak diumumkan langsung. “Sebab kalau tidak diumumkan langsung, hasil tes itu sangat rawan dimanipulasi. Makanya kita sangat menyayangkan bila pemkot tidak mengumumkan langsung hasil tes online itu,” ungkapnya.

Selain itu lanjut Sudisman, persoalan perekrutan tenaga honorer Pemkot ini sangat rawan berpolemik. Oleh sebab itu Pemerintah Kota dalam hal ini harus berlaku transparan dan terbuka terkait proses seleksi yang dilakukan.

“Jangan sampai kejadian seperti dulu terulang lagi. Berawal dari penyeleksian terkesan tidak transparan. Sementara tenaga honorer yang sudah lama bekerja bertahun-tahun dan dikenal rajin malah diganti dengan tenaga baru yang terkesan tidak adil,” beber Sudisman.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Hamsi juga meminta agar jumlah penerimaan honorer yang direkrut tahun ini segera disampaikan secara real dan transparan ditiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).  Hal ini menyangkut soal biaya belanja anggaran yang akan dikeluarkan dari APBD Kota Bengkulu. “Kita belum mengetahui persis berapa jumlah yang direkrut kali ini. Sebab laporan jumlah honorer ini menyangkut soal biaya belanja anggaran yang dikeluarkan dari APBD. Jadi harus benar-benar transparan,” terang Hamsi.

Selain itu permasalahan yang pernah timbul, menurut Hamsi, berawal dari proses verifikasi sejumlah honorer di lingkungan Pemda Kota Bengkulu yang pernah dilakukan tahun sebelumnya tidak transparan. Bahkan dari hasil verifikasi tersebut belum pernah diumumkan ke publik secara terbuka.

“Jadi lebih baik pemkot itu harus transparan dalam melaporkan jumlah penerimaan di tiap OPD secara keseluruhan mulai dari sekarang. Kemudian setelah hasil tes juga harus disampaikan nama-namanya secara terbuka,” ujarnya.

Terkait hal itu, saat dikonfirmasi Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bengkulu, Drs. Bujang, MM mengungkapkan, bahwa pihaknya saat ini masih mendata dan melakukan sistem perangkingan terkait hasil tes yang sudah dilakukan tersebut. Menurutnya penerimaan itu akan dilakukan sistem rangking.

“Kita masih proses pendataan rangking keseluruhan. Terkait berapa yang akan diterima nanti sesuai kebutuhan ditiap OPD. Karena penerimaan sistem rangking nilainya. Jadi secepatnya hasilnya akan disampaikan nanti,” ujar Bujang kepada RB.(new)

Berita Lainnya

Kenang Perjuangan Fatmawati, Gubernur Rohidin Kibarkan Sang Saka Merah Putih di Lokasi Cagar Budaya

BENGKULU-Kemeriahan  HUT RI Ke-47 tahun 2019 di Provinsi Bengkulu, semakin khidmat dengan dilaksanakannya pengibaran Sang ...

error: Content is protected !!