Rabu , 24 April 2019
Home / Berita utama / Pemda Provinsi Kebut Proyek 2019!

Pemda Provinsi Kebut Proyek 2019!

BENGKULU –  Pemerintah Provinsi Bengkulu diminta untuk segera mengebut lelang proyek tahun 2019. Sejauh ini baru ada 12 paket proyek senikai Rp 6,3 miliar yang masuk ke Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Provinsi Bengkulu. Itupun hampir semuanya dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu.

“Terutama proyek infratsruktur. Diharapkan segera dikebut. Sehingga dapat segera menggerakan roda perekonomian di Provinsi Bengkulu,” kata Aktivis Wahana Muda Indonesia (WMI) Bengkulu, Rahmat Saputra.

Sementara itu Dinas PUPR Provinsi Bengkulu telah menyiapkan 26 paket proyek untuk dimasukkan ke Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UPBJ) untuk dilelang. Diantaranya 18 paket proyek pengawasan di Bidang Bina Marga dan 8 paket proyek fisik di Bidang Sumber Daya Air (SDA).

Sebelumnya sudah dimasukkan paket proyek perencanaan untuk 8 paket tersebut. Dalam minggu ini, ketika seluruh dokumen telah siap, maka akan segera diproses. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Maulizar Agustin. “Saat ini 26 paket itu tengah disiapkan untuk finalisasi. Tadi sudah ada kepala Bidang Bina Marga melaporkan kalau minggu ini mereka akan melelang 18 paket proyek pengawasan,” kata Maulizar.

Mengapa proyek pengawasan yang didahulukan di lelang, karena waktu pelelangan proyek pengawasan ini lebih panjang dari pelelangan proyek fisik. Sembari itu nanti Bidang Bina Marga kemudian mempersiapkan paket fisik dari paket pengawasan itu untuk dilelang. Sehingga nantinya penandatanganan kontrak antara pengawasan dan fisik akan berjalan dengan serentak. “Kita targetkan awal Maret sudah ada proyek yang ditandatangani kontraknya. Ini target kita. Mudah-mudahan tidak ada kendala pelelangan di UKPBJ,” terangnya.

Dia menjelaskan, untuk bidang Cipta Karya ada satu paket proyek yang progresnya akan segera dilelang yakni pembangunan gedung Unihaz. Saat ini masih menunggu penandatangan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Setelah selesai nanti fisiknya akan segera dilelang dengan anggaran Rp 4 miliar. “Mudah-mudahan tidak ada masalah internet dan non teknis lainnya,” ujarnya.

Maulizar menerangkan di Bidang Bina Marga ada sebanyak 105 proyek fisik dan konsultan senilai Rp 522 miliar. Kemudian di bidang Cipta Karya ada 43 paket proyek dengan nilai Rp 136,83 miliar. Terakhir di bidang Sumber Daya Air ada 40 oaket proyek fisik dan konsultansi dengan nilai Rp 30,89 miliar. “Ini kegiatan yang ada di dinas kita tahun ini,” terangnya.

Selain itu Dinas PUPR juga mengadakan alat peningkatan kapasitas laboratorium pengujian jasa konstruksi. Untuk meremajakan peralatan manual yang ada sekarang dengan peralatan digital. Alat yang dibeli itu seperti alat pengujian beton, dinding, aspal maupun tanah. Rencananya juga paket proyek ini minggu ini sudah dibawa ke UKPBJ. Pengadaan alat senilai Rp 8 miliar ini juga untuk kepentingan akreditasi laboratorium pengujian jasa konstruksi milik Dinas PUPR secara nasional. “Saat ini alat yang kita miliki banyak yang kedaluarsa sehingga kita remajakan,” terangnya.

Sifatnya nanti adalah lelang umum. Perusahaan yang bisa mengikuti ini adalah yang punya SMI terhadap alat itu. “Dengan alat digital itu akan mempermudah pekerjaan dan hasilnya lebih  teliti. Ini bisa dipakai oleh umum untuk menambah PAD,” terangnya.

Sebelumnya ada 10 Paket proyek DED dan perencanaan yang dimasukkan oleh Dinas PUPR ke UKPBJ untuk proses pelelangan. Kemudian dua paket lagi dari OPD lainnya. Sementara itu Asisten II Pemprov Bengkulu mengatakan, saat ini OPD-OPD tengah mempersiapkan untuk memasukkan pelelangan ke UKPBJ. “Saat ini saya yakin OPD tengah mempersiapkannya,” terangnya.

Dia mengatakan Februari ini akan ada yang selesai dikerjakan. “Februari ini sudah ada yang selesai,” terangnya.

Sementara itu Kepala Biro Pembangunan Setda Provinsi Bengkulu Taufik Adun mengatakan, saat ini belum menghitung serapan anggaran. Dalam waktu dekat akan dilakukan rapat pimpinan untuk membahas Tepra. “Kalau sekarang belum dihitung,” terangnya.

Gubernur Bengkulu Dr. Rohidin Mersyah, MMA mengatakan dengan menggeliatnya Dinas PUPR, dia berharap lebih awalnya proses lelang proyek berlangsung penyerapan anggaran bisa lebih cepat. Efektivitas program menjadi lebih baik. Sebab Pemprov punya waktu cukup penjang untuk melaksanakan paket proyek tersebut.

Pekerjaan yang dihasilkan nanti bisa betul-betul diaudit atau diperiksa. Kemudian melakukan investigasi secara baik pada waktu akhir pekerjaan. Ada space waktu untuk melakukan pemeliharaan. Ketika ada kekurangan proyek di sana-sini bisa diperbaiki. “Ini akan berdampak pada kualitas kegiatan pembangunan. Penyerapan anggaran lebih produktif. Akan semakin berpengaruh pada dinamika ekonomi masyarakat,” terang Gubernur.(del)

Berita Lainnya

TNI AL- Polri Kawal Ketat Logistik Pemilu dari Enggano

BENGKULU – KRI Kurau 856 tiba di dermaga Nusantara Pelindo II Pulau Baai Bengkulu, Selasa ...

error: Content is protected !!