Minggu , 26 Mei 2019
Home / Daerah / Seluma / Warga Sebut Kades Selewengkan Rastra

Warga Sebut Kades Selewengkan Rastra

SURAT: Surianto (37) perwakilan warga Desa Sinar Pagi menunjukan bukti pengakuan kades telah menyelewengkan rastra.

SELUMA UTARA –  Sebanyak 80 kilogram  beras sejahtera (rastra) di Desa Sinar Pagi, Kecamatan Seluma Utara disebutkan telah diselewengkan oleh Kepala Desa (Kades) Riki Rikardo. Penyelewengan rastra tersebut untuk dua Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yakni Sinap (80) dan Jumadi (43). Selama empat bulan di tahun 2018 dua KPM tersebut tidak menerima rastra.

Selain dugaan penyelewengan rastra, Riki Rikardo juga disebutkan melakukan pungutan kepada 51 KPM masing-masing Rp 5 ribu untuk setiap pengambilan rastra.

‘’Kalau untuk pungutan Rp 5 ribu itu sudah dikembalikan oleh kades, namun untuk rastra hingga kini (kemarin ,red) belum juga diganti,’’ sampai Surianto (37) perwakilan warga Sinar Pagi yang sengaja menemui RB kemarin (8/2).

Dijelaskan Surianto, dalam melakukan penyelewengan rastra dan pungutan tidak dilakukan langsung oleh kades. Namun oleh Kepala Dusun (Kadun) II, Asiswanto. ‘’Perkara ini pernah diproses oleh Polres Seluma. Namun kami disarankan untuk menyelesaikan melalui musyawarah desa saja. Lalu dilakukan musyawarah pada 16 Desember 2018 lalu. Saat musyawarah kades dan kadun II mengakui penyelewengan rastra dan pungutan tersebut. Kades menyatakan akan mengembalikan pungutan dan rastra sebanyak 80 kg kepada dua KPM,’’ jelas Surianto sambil menunjukkan surat hasil kesepakatan dalam musyawarah desa itu.

Adapun uang pungutan sejumlah Rp 760 ribu telah dikembalikan kades. Sedangkan rastranya hingga kemarin belum juga diganti. ‘’Padahal janji saat musyawarah desa, paling lambat satu bulan rastra tersebut telah diganti,” kata Surianto.

Terpisah, Kades Sinar Pagi, Riki Rikardo dikonfirmasi RB membantah adanya penyelewengan rastra. Namun untuk pungutan Rp 5 ribu kepada setiap penerima rastra memang benar adanya. Tapi uang tersebut bukan untuk dirinya atau kadus II melainkan biaya angkut (transpor) beras dari kecamatan ke desa. Sekalipun demikian, karena memunculkan protes akhirnya uang itu ia kembalikan.

‘’Soal rastra tak ada yang kami selewengkan. Yang benar dipindahtangankan. Karena KPM atas nama Sinap itu sudah meninggal dunia, jadi jatah dia kita pindahkan ke warga lainnya atas nama Muhirman,” ujar Riki.

Tambah Riki, untuk rastra yang belum diterima oleh dua warganya tersebut, memang ada kekeliruan saat penghitungan. Sehingga saat pembagian nama dua orang warganya tersebut tidak terdata.

‘’Jika terus dituntut, saya berjanji akan mengganti rastra tersebut secepatnya. Walaupun kami perangkat desa ini harus iuran untuk membeli beras sejumlah tersebut. Kami tidak ingin timbul gejolak di masyarakat. Suasana desa kami yang selama ini aman, damai dan kondusif itu harus terus dipertahankan,’’ pungkasnya.(aba)

Berita Lainnya

ASN “Panen Duit”, Honorer Gigit Jari

SELUMA – Saat ASN “berpestapora” karena mendekati Idul Fitri 1440 Hijriyah menerima gaji tiga bulan ...

error: Content is protected !!