Selasa , 25 Juni 2019
Home / Breaking News / Dibantu Kepala Dusun, Kades Sinar Pagi Seluma Lakukan Pungli dan Gelapkan 80 Kg Beras Sejahtera dan Rastra

Dibantu Kepala Dusun, Kades Sinar Pagi Seluma Lakukan Pungli dan Gelapkan 80 Kg Beras Sejahtera dan Rastra

BUKTI PENYELEWENGAN : Perwakilan warga Desa Sinar Pagi, Surianto (37) menunjukan bukti pengakuan kades telah menyelewengkan beras sejahtera. (foto : yayan/rb)

SELUMA UTARA– Kades Desa Sinar Pagi, Kecamatan Seluma Utara, Riki Rikardo dituding sudah melakukan penggelapan 80 kg beras sejahtera (rastra). Beras yang digelapkan tersebut milik dua Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yakni atas nama Sinap (80) dan Jumadi (43). Penggelapan sudah dilakukan selama 4 bulan. Yakni terhitung September-November 2018. Selain itu, Riki juga melakukan pungutan kepada 51 KPM rastra sebesar Rp 5.000 per KPM.

“Kalau untuk pungutan sudah dikembalikan oleh kades, namun untuk rastra hingga kini (kemarin ,red) belum juga diganti,” terang Surianto (37) perwakilan warga, saat menemui RB.

Untuk melakukan aksinya, Kades tidak melakukan secara langsung. Namun dibantu Kepala Dusun (Kadun) II, Asiswanto.  “Perkara ini pernah diproses oleh Polres Seluma. Namun pihak Polres menyarankan untuk diselesaikan di desa saja. Lalu dilakukan musyawarah desa pada 16 Desember 2018 lalu. Saat musyawarah tersebut kades dan kadun II mengakui adanya penyelewengan rastra dan pungutan tersebut,” jelas Surianto.

Saat musyawarah kades menyatakan akan mengembalikan pungutan juga rastra sebanyak 80 kg yang diduga diselewengkan.  “Untuk uang pungutan sejumlah Rp 760 ribu telah dikembalikan, namun rastranya belum juga diganti. Padahal janji saat musyawarah desa, paling lambat satu bulan rastra tersebut akan diganti,” kata Surianto.

Menanggapi hal tersebut, Kades Sinar Pagi, Riki Rikardo membantah adanya penyelewengan rastra tersebut. Namun untuk pungutan dirinya mengakui, tapi uang pungutan yang dipungut dengan dalih biaya angkut tersebut, semua sudah dikembalikan. “Bukan penyelewengan pak, tapi kita pindahtangankan. Karena ada KPM atas nama Sinap itu sudah meninggal, lalu kita pindahkan ke Muhirman,” ujar Riki.

Tambah Riki, untuk rastra yang belum diterima oleh dua warganya tersebut, memang ada kekeliruan saat penghitungan. Sehingga saat pembagian nama dua orang warganya tersebut tidak terdata.

“Jika terus dituntut, saya berjanji akan mengganti rastra tersebut secepatnya. Walaupun kami perangkat desa ini harus iuran untuk membeli beras sejumlah tersebut. Yang jangan timbul gejolak di masyarakat,” pungkasnya. (aba)

Berita Lainnya

Serbu, Kampung Seru IM3 Ooredoo di Kabupaten Kepahiang

BENGKULU- Mensosialisasikan produk andalan terbaru New Freedom dari IM3 Ooredoo, Minggu (23/6), Indosat Ooredoo Bengkulu ...

error: Content is protected !!