Sabtu , 23 Februari 2019
Home / Daerah / Curup Pos / 3.000 Peserta Ikuti MRSF Rejang Lebong

3.000 Peserta Ikuti MRSF Rejang Lebong

LEPAS: Bupati Hijazi saat melepas peserta gerak jalan MRSF kemarin di depan Mako Polres RL.

CURUP – Kegiatan Millenial Road Safety Festival (MRSF) yang dilaksanakan di Kabupaten Rejang Lebong (RL) sukses. Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Dwi Tunggal Curup ini diikuti setidaknya 3.000 orang dari berbagai kalangan. Kegiatan ini diisi dengan Gerak Jalan dan Senam bersama dan dibuka langsung Bupati RL Dr. H. Ahmad Hijazi, SH, M.Si dan Kapolres RL AKBP Jeki Rahmat Mustika, S.Ik.

Kegiatan MRSF ini sendiri dalam rangka mewujudkan milenial cinta lalu lintas menuju Indonesia Gemilang. Gerak jalan yang dilaksanakan sendiri mengambil STAR depan Markas Polres RLejang Lebong. Kemudian para peserta berjalan menuju kawasan Adi Rejo dan finish di Lapangan Dwi Tunggal Curup.

Kegiatan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten RL, anggota Polres RL, Brimob Curup, Mahasiswa dan Pelajar serta masyarakat dari berbagai kalangan. ‘’Kegiatan Millenial Road Safety Festival ini merupakan rangkaian acara untuk menumbuhkan kesadaran generasi milenial yang peduli. Peduli keselamatan, keamanan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas,’’ terang Kapolres Jeki.

Masyarakat, sambung Jeki, diharapkan untuk bersama-sama lebih meningkatkan keasadaran dalam berlalulintas. Ini agar bisa semakin menekan angka kecelakaan terutama yang menimbulkan korban jiwa dari kalangan milenial. ‘’Makanya yang menjadi sasaran utama kita adalah generasi muda untuk bergabung dalam kegiatan MRSF. Agar mewujukan Generasi Milenial Cinta lalu lintas menuju Indonesia gemilang,’’ imbuh Kapolres Jeki.

Sementara itu, Bupati Hijazi menyampaikan, Pemkab RL siap mendukung gerakan MRSF, terutama dalam hal mengantisipasi peningkatan jumlah kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa. Karena memang selama ini diketahui tingkat kecelakaan yang melibatkan kalangan milenial masih cukup tinggi. Terutama korban dari kalangan remaja usia sekolah yang harusnya belum bisa memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

‘’Untuk menekan angka kecelakaan, apalagi yang berpotensi menimbulkan korban jiwa dari kalangan remaja usia sekolah, bukan hanya tugas polisi saja. Melainkan juga tugas seluruh elemen masyarakat, terutama orang tua. Begitu juga dengan pemerintah dan sekolah agar bisa semakin menekan jumlah korban jiwa dalam kecelakaan,’’ ungkap Bupati Hijazi.(dtk)

Berita Lainnya

Jalan Negara Rusak Kembali Makan Korban

PUT – Kondisi beberapa titik jalan negara di kawasan Lintas Curup-Lubuk Linggau yang rusak kembali ...