Kamis , 21 Februari 2019
Home / Daerah / Kaur / Harga Karet Anjlok, Petani Karet Resah

Harga Karet Anjlok, Petani Karet Resah

KARET: Hasil panen karet di Kaur tidak terlalu banyak lagi akibat harga murah.

KOTA BINTUHAN – Harga getah karet di Kaur anjlok dan mencapai Rp 5.800 per kilo. Akibatnya petani karet di Kecamatan Tetap dan Kaur Tengah mulai resah dan berharap pemerintah dapat menaikkan harga karet yang terus merosot.

warga Desa Suka Banjar, Kecamatan Tetap, Gadis mengaku harga karet di tingkat petani bervariasi, tergantung kualitas. Dengan harga sekarang banyak petani terpaksa membiarkan karetnya tanpa disadap.  Sudah satu bulan ini harga terus turun dan membuat petani karet rugi.

Harga jual tidak sebanding dengan upah mereka menyadap karet. Terutama saat cuaca seperti sekarang, banyak petani mementingkan sawah daripada mengurus kebun karet yang semakin murah. “Sementara kebutuhan terus meningkat. Kami berharap harga karet bisa naik lagi, kalau terus turun banyak kebun yang ditinggal warga. Sekarang kami sudah malas ke kebun karet,” kata Gadis.

Kadis  Pertanian Kaur Nasrul Rahman, M.Si mengaku pemerintah tidak dapat berbuat banyak untuk mendongkrak harga karet. Akibat beberapa tahun harga tidak naik, membuat kebun karet di Kaur terus berkurang. Dan banyak petani karet beralih ke sawit dan tanaman kayu.

“Kita akui turunnya harga karet juga mempengaruhi luasan lahan kebun. Banyak karet yang tidak terurus lagi. Beda dengan sawit yang harganya stabil, kalaupun turun tidak terlalu lama,” pungkas Nasrul.

KOTA BINTUHAN – Harga getah karet di Kaur anjlok dan mencapai Rp 5.800 per kilo. Akibatnya petani karet di Kecamatan Tetap dan Kaur Tengah mulai resah dan berharap pemerintah dapat menaikkan harga karet yang terus merosot.

warga Desa Suka Banjar, Kecamatan Tetap, Gadis mengaku harga karet di tingkat petani bervariasi, tergantung kualitas. Dengan harga sekarang banyak petani terpaksa membiarkan karetnya tanpa disadap.  Sudah satu bulan ini harga terus turun dan membuat petani karet rugi.

Harga jual tidak sebanding dengan upah mereka menyadap karet. Terutama saat cuaca seperti sekarang, banyak petani mementingkan sawah daripada mengurus kebun karet yang semakin murah. “Sementara kebutuhan terus meningkat. Kami berharap harga karet bisa naik lagi, kalau terus turun banyak kebun yang ditinggal warga. Sekarang kami sudah malas ke kebun karet,” kata Gadis.

Kadis  Pertanian Kaur Nasrul Rahman, M.Si mengaku pemerintah tidak dapat berbuat banyak untuk mendongkrak harga karet. Akibat beberapa tahun harga tidak naik, membuat kebun karet di Kaur terus berkurang. Dan banyak petani karet beralih ke sawit dan tanaman kayu.

“Kita akui turunnya harga karet juga mempengaruhi luasan lahan kebun. Banyak karet yang tidak terurus lagi. Beda dengan sawit yang harganya stabil, kalaupun turun tidak terlalu lama,” pungkas Nasrul.(cik)

Berita Lainnya

Supir Ngantuk, Tabrak Besi Pembatas Jalan Carry Remuk

KOTA BINTUHAN – Laka tunggal kembali terjadi di Kaur, Rabu (20/2).  Kali ini terjadi di ...

error: Content is protected !!