Sabtu , 16 Februari 2019
Home / Daerah / Lebong / Jembatan Suka Datang Ambruk

Jembatan Suka Datang Ambruk

PUTUS : Jembatan di Desa Suka Datang, Kecamatan Pelabai ini ambruk akibat terus-terusan diterjang aliran air hujan.

 PELABAI – Bencana demi bencana terus melanda Kabupaten Lebong akibat cuaca ekstrem yang terjadi sejak seminggu terakhir. Hujan deras disertai angin kencang tak hanya mengakibatkan banjir dan longsor. Jembatan di Desa Suka Datang, Kecamatan Pelabai yang menghubungkan ke jalur Desa Suka Datang 1, Kecamatan Pelabai, Sabtu malam (9/2) pukul 23.30 WIB ambruk akibat terus-terusan diterjang air dari aliran hujan.
Bencana yang merobohkan jembatan sepanjang 10 meter dan lebar 3 meter hingga kedalaman 8 meter itu nyaris menelan korban. Adalah Robi (30), warga Desa Kota Batu Santan, Kecamatan Pelabai yang sempat terjun bebas ke dasar jembatan saat mengendarai motor Honda Blade nopol BD 4390 HC berselang 1 jam kejadian. ‘’Mujurnya korban hanya mengalami cedera ringan,’’ ujar Kepala Desa Suka Datang, Suan kemarin (10/2).
Diakuinya, warga baru mengetahui jembatan yang dibangun tahun 1994 itu roboh setelah mendapati adanya pengendara motor yang nyungsep. Jembatan murni ambruk akibat sebenarnya masih sangat layak digunakan. Dipastikannya Jembatan ambruk akibat tanah di bagian pondasi jembatan yang ambles. ‘’Jembatan roboh murni karena bencana soalnya kondisi jembatan masih sangat layak digunakan,’’ ungkap Suan.
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPRHub) Kabupaten Lebong, Ferdinan Agustian, ST mengaku akan segera koordinasi ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong terkait perbaikan jembatan. Mengingat jembatan itu bukan satu-satunya jalur penghubung Desa Suka Datang-Desa Suka Datang 1, diharapnya masyarakat bersabar. ‘’Yang jelas jembatan rusak itu pasti diperbaiki,’’ ungkap Agustian.
Sementara jalur lintas Tes-Curup yang menghubungkan Kabupaten Lebong dengan Rejang Lebong pukul 16.00 WIB kemarin (10/2) kembali lumpuh akibat longsor susulan di Desa Talang Ratu, Kecamatan Rimbo Pengadang. Jaraknya hanya terpaut 500 meter dari titik longsor yang terjadi Sabtu (9/2). ‘’Badan jalan tertutup tanah dan pohon yang tumbang sehingga jalur lintas lumpuh total,’’ terang Kapolres Lebong, AKBP. Andree Ghama Putra, SH, S.IK melalui Kasat Lantas, Iptu. Panehan Washington Simamora.
Hingga berita ini diturunkan, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong dibantu personel Polsek dan Koramil Rimbo Pengadang beserta Dinas PUPRHub dan masyarakat masih melakukan evakuasi. Warga yang hendak melakukan perjalanan dari Tes-Curup atau sebaliknya diimbau menunda keberangkatan. ‘’Sementara ini jalan baru bisa dilewati kendaraan roda dua, mudah-mudahan malam nanti (tadi malam, red) proses evakuasi selesai,’’ tukas Panehan. (sca)

Berita Lainnya

Tetap Waspada Ancaman Longsor

PELABAI – Hujan yang masih terus mengguyur Kabupaten Lebong hingga kemarin (15/2), tetap berpotensi menimbulkan ...

error: Content is protected !!