Selasa , 25 Juni 2019
Home / Pemilu / KPU Sasar Rumah Ibadah

KPU Sasar Rumah Ibadah

arief budiman

JAKARTA – Sosialisasi kepada pemilih semakin digenjot. Salah satu yang dilakukan KPU lewat rumah ibadah. Ketua KPU RI, Arief Budiman mengatakan sosialisasi pemilu bisa dilakukan di mana saja, termasuk tempat ibadah. Menurutnya, yang dilarang adalah melakukan kampanye. Baik di tempat ibadah atau tempat pendidikan.

“Kalau sosialisasi boleh di mana saja, yang diatur di tempat-tempat tertentu itu tidak boleh kampanye, harus bedakan kampanye dan sosialisasi. Kalau kampanye itu dilakukan oleh peserta pemilu, tempatnya diatur, tidak boleh di lembaga pemerintah, tidak boleh di tempat ibadah. Kalau sosialisasi dilakukan KPU bisa dimana saja,” kata Arief saat ditemui di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat.

Arief mengatakan, dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan Peraturan KPU tentang Kampanye telah mengatur lokasi yang boleh melakukan kampanye dan yang dilarang. Berdasarkan kedua peraturan tersebut, kampanye dilarang dilakukan di tempat ibadah, pendidikan dan pemerintahan.

Sementara, kampanye adalah kegiatan yang dilakukan oleh peserta pemilu, baik partai politik, calon DPD dan pasangan calon presiden dan wakil presiden. Tujuan kampanye adalah kandidat menyampaikan visi-misi dan program. “Itu namanya kampanye untuk mengajak pemilih memilih dirinya. Tetapi kalau sosialisasi dilakukan KPU pada siapa pun supaya paham tahu tentang pemilu,” jelas Arief.

Sebelumnya, Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan pihaknya akan mendorong sosialisasi pemilu melalui organisasi keagamaan hingga rumah ibadah. Sosialisasi akan dilakukan tiga minggu sebelum pencoblosan dan KPU bekerja dengan Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan semua organisasi keagamaan.

Dijelaskanya, tokoh-tokoh agama yang khutbah di masjid akan dititipkan materi sosialisasi pemilu. KPU akan mengajak Kemenag secara resmi untuk melakukan sosialisasi tersebut.

Terpisah, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendukung langkah KPU. Rumah ibadah juga biasa digunakan untuk sosialisasi terkait kehidupan, kerukunan hidup, peningkatan kesejahteraan, ekonomi umat, penyuluhan kesehatan dan pertanian, dan lainnya.

“Rumah ibadah bisa digunakan sebatas bukan untuk kampanye, tapi untuk mengedukasi masyarakat agar kesadarannya tumbuh dalam menggunakan hak pilih. Sehingga ketika partisipasi publik itu tinggi terhadap agenda nasional ini, lalu kemudian proses dan kualitas demokrasi kita semakin baik,” terangnya.(khf/fin/tgr)

 

Berita Lainnya

Terdakwa Menangis Minta Hukuman Ringan

SELUMA – Sidang perkara penggelembungan perolehan suara calon legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Gerindra ...

error: Content is protected !!