Minggu , 24 Februari 2019
Home / Olahraga / 6 Man City vs Chelsea 0 Sarri Juga Bakal Dihabisi

6 Man City vs Chelsea 0 Sarri Juga Bakal Dihabisi

Manchester City striker Sergio Aguero

MANCHESTER – Chelsea menelan kekalahan terbesar dalam 28 tahun terakhir. Petaka itu terjadi di Etihad saat Manchester City membantai The Blues enam gol tanpa balas. Kali terakhir, Chelsea takluk dengan lebih dari empat gol pada Desember 1990. Atau sebelum era Premier League.
Nah, setelah Chelsea dibantai, nasib Maurizio Sarri pun di ujung tanduk. Apalagi, Roman Abramovich kadung melekat dengan label owner klub paling tega di Premier League. Sepanjang 16 tahun berkuasa di London Cobham, tangan besi Abramovich sudah menelan banyak korban pelatih-pelatih elite. Jose Mourinho yang telah menghadiahinya delapan trofi saja dengan gampang dia pecat. Bahkan dua kali. Yakni, pada 2007–2008 dan 2015–2016.
Sarri? Tentu Abramovich lebih tega menghabisinya. Apalagi, Sarri belum memberikan trofi apapun. ”Dia (Abramovich) itu kejam, apakah dia kembali kejam saat ini? Saya pikir mungkin saja,” ungkap Chris Sutton, mantan bomber The Blues era 1999–2000 yang kini jadi pundit BT Sport dalam program BBC Radio 5 Live.
Apesnya, ini juga kekalahan terbesar yang pernah dialami Mister 33 julukan Sarri selama 29 tahun karirnya sebagai pelatih. Dengan enam gol yang menjebol gawang Kepa Arrizabalaga kemarin, maka Chelsea jadi klub paling bobrok kedua di Premier League sepanjang 2019. Total, mereka sudah kebobolan 13 gol. Chelsea cuma kalah dari tim peringkat dua dari bawah, Fulham. The Cottagers sudah bobol 15 gol.
Dilansir ESPN Sarri lebih mengkhawatirkan nasib klubnya. Bukan masa depannya yang baru habis kontrak pada musim panas 2021. ”Kalau soal itu (masa depannya)? Tanyakan itu ke klub,” sebut allenatore 60 tahun itu. Sarri mengaku belum pernah ngobrol dengan sang pemilik klub.
”Apabila Presiden (Abramovich, red) menghubungi saya, maka saya akan senang. Jujur, saya tak tahu apa yang diharapkan,” imbuh mantan pelatih Napoli tersebut.
Tekanan? Menurutnya, itu sudah dia rasakan sejak dia menjejakkan kakinya di Stamford Bridge, musim panas lalu. Kalau belajar dari pengalaman pelatih-pelatih yang sebelummya jadi korban Abramovich, mereka lebih dulu dipanggil ke London Cobham. ”Tak tahu apa setelah ini akan ada pembicaraan itu atau tidak. Saya pikir, itu akan terjadi, itu normal,” ucap Sarri.
Sergio Aguero mencetak hat-trick masing-masing pada menit ke-13, 19 dan penalti menit ke-56. Lalu, dua gol dari kontribusi Raheem Sterling (menit ke-4 dan 80), dan satu gol sisanya terjadi lewat kreasi Ilkay Guendogan (menit ke-25).
Kekalahan telak ini makin menyudutkan Sarri dengan gaya Sarri-ball-nya. Tapi, Sarri tak mau gayanya disalahkan. Dia malah balik menuding anak asuhnya yang tak bermain seperti yang dia mau. ”Mereka (pemain) banyak melakukan kesalahan,” tuding pelatih yang baru dapat memenangi 26 dari 40 laganya di semua ajang musim ini.
Tactician City, Pep Guardiola, menyebut, apa yang dialami Sarri di Chelsea musim ini itu tak jauh berbeda dengan musim pertamanya di tanah Inggris. Guardiola tiba di Etihad Campus saat musim panas 2016. Musim pertamanya dengan The Citizens juga tanpa trofi. Bedanya, Sheikh Mansour pemilik City tidak kejam seperti Abramovich.

Guardiola meminta agar Abramovich memberi waktu kepada Sarri. ”Dia (Sarri) pelatih hebat. Mereka memenangi duel melawan kami di Stamford Bridge. Napoli di tangannya musim lalu pun sulit ditundukkan. Itu jadi buktinya,” tutur Guardiola.(ren/bas)

Berita Lainnya

Sevilla vs Barcelona Mengembalikan Ketajaman

SEVILLE – Barcelona belakangan ini seperti bukan Barcelona. Barca bak kehilangan giginya di depan gawang ...