Kamis , 21 Februari 2019
Home / Metropolis / Dibangun Miliaran Rupiah, Kini Hanya Tinggal Nama

Dibangun Miliaran Rupiah, Kini Hanya Tinggal Nama

TERBENGKALAI: Gedung Balai Adat Kota sampai saat ini masih dibiarkan terbengkalai.

BENGKULU – Kota Bengkulu dikenal tidak hanya dengan keindahan wisatanya. Bahkan sejumlah aset bangun milik Pemerintah Kota Bengkulu pun saat ini juga dikenal, lantaran banyak terbengkalai. Ini dilihat dari sejumlah aset milik Pemerintah Kota yang bertahun-tahun dibiarkan terbengkalai. Nilainya mencapai hingga miliaran rupiah, sayangnya saat ini hanya tinggal nama.

Dari penelusuran RB, aset yang paling parah nasibnya yakni Pasar Tanjung Gemilang Bentiring, Pasar Barukoto 1, Pasar Barukoto 2, Terminal Betungan Terminal Sungai Hitam, Pasar Minggu Bertingkat, Tempat Pelelangan Ikan di Pondok Besi, dan Gedung Balai Adat. Bila ditaksir untuk dana pembangunan aset-aset gedung tersebut mengeluarkan biaya tidak sedikit, yakni mencapai puluhan miliaran rupiah (lihat grafis).

Bahkan mirisnya lagi nasib aset gedung seperti bangunan Balai Adat juga pernah dilakukan peremajaan dengan biaya yang tak sedikit dikeluarkan menggunakan dana APBD Kota tahun 2015 lalu. Hingga sampai saat ini tak kunjung dimanfaatkan oleh Pemerintah Kota. Kondisinya pun terlihat memprihatinkan.

Wakil Ketua Pansus Aset DPRD Kota, Heri Ifzan, SE menyayangkan, penataan aset Pemerintah Kota yang selalu bermasalah. Bahkan dia terus meminta agar Pemkot berbenah. “Karena dari kajian tim Pansus aset DPRD Kota memang faktanya banyak sejumlah aset yang tidak dimanfaatkan baik oleh Pemerintah Kota. Seperti bangunan Balai Adat sampai sekarang kita lihat belum dimanfaatkan. Padahal sudah banyak uang yang dihabiskan untuk pemeliharaan gedung tersebut,” terang Heri, kemarin (11/2).

Menurut Heri, jika bangunan aset gedung tidak dimanfaatkan tersebut dengan baik, akan timbul masalah di kemudian hari. Karena bangunan kosong tidak terurus itu akan disalahgunakan untuk tempat orang berkumpul mengarah ke praktik prostitusi atau perbuatan kriminal lainnya.

“Mirisnya lagi ada gedung beberapa kali direnovasi, namun tidak juga dimanfaatkan dengan baik. Seharusnya aset gedung-gedung itu dirawat dan dikembangkan sesuai fungsinya. Inilah yang kita sangat sayangkan bahwa pembangunan terkesan mubazir,” jelasnya.

Selain itu, sambung Heri, selama ini Pemkot hanya mendapatkan predikat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari BPK RI tersebut karena masih kendala persoalan aset. “Jadi wajar jika Pemkot sulit meraih WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Karena bisa dilihat kalau pengelolaan aset daerah kita sekarang ini memang masih belum sempurna, makanya persoalan ini menjadi perhatian kita bersama untuk bersama membenahi. Agar ke depan pengelolaan tata aset Pemkot lebih baik,” tuturnya.

Senada disampaikan Anggota DPRD Kota, Iswandi Ruslan. Ia mengungkapkan, sebaiknya aset Pemerintah Kota yang sangat penting dimanfatkan demi kepentingan umum, seperti kawasan pasar tradisional harus segera dimanfaatkan dengan baik.  “Misalnya seperti Pasar Barukoto I agar tidak terkesan mati suri, segeralah Pemkot untuk mengonsep atau menata bangunannya dengan melakukan perehaban menyeluruh. Karena jika seluruh pasar dimanfaatkan dengan baik, tentu akan nampak geliat perekonomian di kota ini. Sekarang lihat sendiri kondisinya mati suri, dan sudah bertahun-tahun lamanya tidak ada renovasi,” jelasnya. (new)

Aset Gedung Milik Pemkot Terbengkalai

No          Nama Gedung                        Biaya Pembangunan/Pemeliharaan

  1. Gedung Balai Adat Rp 12 miliar
  2. Pasar Tanjung Gemilang Rp 800 juta
  3. Pasar Barukoto 1 Rp 2 miliar
  4. Pasar Barukoto 2 Rp 1,5 miliar
  5. Terminal Sungai Hitam Rp 2 miliar
  6. Terminal Betungan Rp 2 miliar
  7. Pasar Minggu Bertingkat Rp 1,5 miliar
  8. Tempat Pelelangan Ikan Rp 900 juta

Berita Lainnya

Lubang Jalan Halmahera Semakin Dalam

BENGKULU – Semakin hari, kerusakan jalan Halmahera Kelurahan Surabaya semakin mengkhawatirkan. Sejauh ini belum ada ...

error: Content is protected !!