Rabu , 21 Agustus 2019
Home / Daerah / Mukomuko / Tim MURI Siap Datang ke MM

Tim MURI Siap Datang ke MM

MURI: Tim PWI Mukomuko mengunjungi Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), kemarin (11/2)

MUKOMUKO – Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), memastikan akan hadir di Kabupaten Mukomuko, pada 14 Maret 2019. Ini dalam rangka penilaian untuk penorehan Pencatatan Rekor MURI Tari Gandai Massal. Kepastian ini setelah tim dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mukomuko, menyempatkan waktu bersilatuhrami ke Kantor MURI, yang beralamatkan di Mall of Indonesia LG Floor Kelapa Gading, Jakarta.

Tim dari PWI ini, diantaranya Ketua PWI Mukomuko Amris Tanjung, SHI yang diwakili Sekretaris PWI Mukomuko Budi Hartono, SP sekaligus Ketua Panitia Hari Pers Nasional (HPN) tingkat Provinsi Bengkulu, dan juga Koordinator Gelaran Tari Gandai, Husni Thamrin. Tim PWI disambut langsung Manager MURI, Triyono.

Dalam kesempatan itu Triyono memberi kunci sukses untuk meraih Pencatatan Rekor MURI Tari Gandai Massal. Bahwa selain jumlah peserta direkomendasi minimal 1.000 orang. Juga perlu jadi perhatian bahwa peserta Tari Gandai Massal, mereka harus mengenakan salahsatu kelengkapan dari penampilan Tari Gandai pada umumnya.

Dalam hal ini, sebagaimana informasi yang didapat MURI, dalam pelaksanaan Tari Gandai, penari harus kenakan selendang. Terlebih lagi jika ada dalam gerakan yang akan ditampilkan, juga berkaitan erat dengan kelengkapannya,  berupa selendang tersebut.

“Tidak mesti berseragam atau berpakaian sebagaimana seharusnya penampilan penari Gandai. Cukup dilengkapi dengan selendang. Kan selendang tersebut bagian dari kelengkapan penark Gandai yang informasinya, ada gerakan yang ditampilkan harus gunakan kelengkapan berupa selendang,” jelas Triyono.

Selain itu, ia minta agar di lokasi gelaran Tari Gandak Massal nantinya, dibedakan mana lokasi peserta Tari Gandai Massal dan mana lokasi untuk penonton. Dengan ada perbedaan, memudahkan tim dari MURI untuk melakukan penghitungan secara visual dan penilaian.

“Tidak masalah misalnya dibatasi hanya dengan tali. Yang penting, jelas mana posisi peserta dan mana-mana pesertanya. Kemudian mana yang datang hanya sebagai penonton. Karena kami akan menilai itu semua,’’ sampainya.

Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya juga akan meminta daftar nama-nama peserta gandai yang hadir di lokasi. Pesertanya tidak mesti harus tanda tangan, tetapi cukup nama lengkap dan asal peserta. ‘’Daftar absen yang hadir atau nama-nama yang hadir, ini hanya back up data untuk kami saja. Artinya, walaupun daftar nama sampai ribuan, kami tetap menghitung berapa peserta yang riil ada di lokasi mengikuti Tari Gandai Massal,” jelas Triyono.

Triyono yakin, panitia mampu dan Pencatatan Rekor MURI Tari Gandai Massal sukses di Kabupaten Mukomuko. Apalagi ini yang baru kali pertama digelar, belum ada rekor sebelumnya terkait dengan pelaksanaan Tari Gandai Massal.

‘’Tidak apa-apa peserta ada yang sudah nenek-nenek ataupun masih pelajar. Tapi semua peserta harus perempuan. Mudah-mudahan nantinya sukses,” tutup Triyono.

Sementara Ketua HPN Tingkat Provinsi Bengkulu tahun 2019 Budi Hartono, SP mengatakan kedatangan tim PWI Mukomuko ke Kantor MUIRI, untuk memastikan hal-hal teknis yang berpeluang dapat membatalkan Pencatatan Rekor MURI. Dengan adanya masukan dan saran serta petunjuk dark MURI, panitia selaku pelaksana bisa lebih fokus.

‘’Kita tidak ingin ini sampai gagal. Antusias dan partisipasi masyarakat yang sangat tinggi harus dibarengi upaya maksimal dari panitia yang di lapangan. Supaya tujuan bersama ini bisa tercapai,” demikian Budi.(hue)

Berita Lainnya

Empat PR Anggota Dewan Baru

MUKOMUKO – 24 Anggota DPRD Mukomuko periode 2019-2024, Selasa (20/8) dilantik dengan mengambil sumpah janji ...

error: Content is protected !!