Rabu , 24 April 2019
Home / Metropolis / Gaji Petugas Kebersihan Belum Dibayar

Gaji Petugas Kebersihan Belum Dibayar

BERSIH: Petugas kebersihan penyapu jalan setiap hari bekerja membersihkan sampah di jalan. Sayangnya dua bulan ini mereka belum menerima gaji.

BENGKULU – Para honorer dan tenaga kontrak petugas kebersihan di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu mulai meradang. Pasalnya terhitung dari bulan Januari hingga Februari ini gaji mereka tak kunjung dibayarkan.

Padahal mereka sangat berharap dibayarkan selama dua bulan dengan rincian gaji perbulan Rp 1,5 juta dikali dua bulan mendapatkan sebesar Rp 3  juta. Namun apa daya, para honorer tersebut hingga kemarin tak berani protes karena khawatir surat perintah tugas (SPT) akan terkendala pada saat proses perpanjangan SPT mereka tahun mendatang.

“Ya dari bulan Januari kemarin kami belum gajian. Terpaksa buat membutuhkan biaya hdiup utang sana sini dengan sanak keluarga. Kami sangat berharap nian kalau gaji kami dibayarkan,” tutur satu honorer petugas kebersihan yang mewanti-wanti namanya dirahasiakan.

Selain itu menurut petugas kebersihan ini, seharusnya juga ia sudah menerima kontrakSPT yang terhitung bulan Januari hingga Desember mendatang. Namun ia merasa aneh jika SPT dan gaji mereka belum dibayarkan juga. “Meski kami (petugas kebersihan) masih tetap dipekerjakan dan tidak ada tes seleksi. Namun hampir setiap tahun selalu terjadi kalau gaji seperti kami ini pembayarannya selalu terhambat. Ini jelas kami merasa terzolimin,” ungkapnya.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Hamsi, Amd ikut mempertanyakan kenapa ada honorer petugas kebersihan yang tetap bekerja namun belum dibayarkan honornya. Padahal honor mereka sudah dimasukkan ke dalam APBD. “Jelas aneh ketika mereka diperkerjakan, tapi kok gaji honorer itu belum dibayarkan. Yang jelas kami akan mempertanyakan itu. Apalagi anggaran gaji honorer itu sudah dianggarkan, jadi tidak bisa dihambat. Yang jelas kita akan panggil pihak pemkot mempertanyakan persoalan ini,” beber Hamsi.

Apalagi pembayaran gaji juga dilihat berdasarkan kontrak kerja SPT para honorer bersangkutan. “Kalau kontrak SPT nya terhitung mulai Januari, ya pemkot harus membayar gaji dari mulai Januari. Jangan sampai mereka (honorer) itu dizolimin, kasian mereka juga butuh biaya hidup,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Marjon, MPd mengatakan, pihaknya menjamin bahwa honorer petugas kebersihan tersebut akan tetap mendapatkan gajinya. “SK-nya sebentar lagi akan keluar, dan tidak ada yang dirugikan. Mereka akan tetap gajian nantinya. Apalagi mereka ini outsourcing diberdayakan kerja yang penting masih sehat. Nanti kita akan pertemukan mereka tersebut,” ucap Marjon.(new)

Berita Lainnya

Penetapan 1 Ramadan, Kemenag Tunggu Rukyatul Hilal

BENGKULU– Muhamadiyah sudah menetapkan jika 1 Ramadhan 1440 Hijriah bertepatan dengan 6 Mei 2019. Namun ...

error: Content is protected !!