Rabu , 24 April 2019
Home / Berita utama / Lima Agenda Besar Percepatan Pembangunan Bengkulu Warnai Kunjungan Wapres Jusuf Kalla

Lima Agenda Besar Percepatan Pembangunan Bengkulu Warnai Kunjungan Wapres Jusuf Kalla

BENGKULU – Pemerintah Provinsi Bengkulu telah mempersiapkan agenda tambahan saat kunjungan Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla ke Provinsi Bengkulu dalam rangka pembukaan Tanwir Muhammadiyah Jumat (15/2). Ada lima agenda besar yang sudah dibicarakan dengan Staf Wapres, diantaranya peresmian pengemasan Semen Padang di area rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pulau Baai Bengkulu.

Lalu peresmian pemanfaatan Integrated Terminal Operating System (ITOS) di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Penyerahan asuransi nelayan kepada nelayan di 7 (tujuh) Kabupaten/Kota di Provinsi Bengkulu. Penandatanganan komitmen bersama percepatan pelepasan Badan Layanan Umum (BLU) Bandara Fatmawati oleh Kementerian Keuangan, yang dilanjutkan dengan Penandatangan Perjanjian Kerjasama antara PT. Angkasa Pura II dengan Kementerian Perhubungan Rl.

Terakhir penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU) antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan PT Penjaminan Infrastruktur lndonesia (Pll) tentang komitmen penjaminan proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha Pembangunan Rel Kereta Api dari Pulau Baai ke Kota Padang, Provinsi Bengkulu.

Asisten I Pemda Provinsi Bengkulu, Hamka Sabri mengatakan, lima kegiatan itu sudah diterima oleh Staf Wapres. “Ya sebenarnya kita usulkan enam, namun ada lima yang wapres berkenaan dalam kunjungannya nanti,” terang Hamka.

Hamka mengatakan untuk yang sudah pasti persiapannya dari lima itu ada tiga kegiatan. Yakni pengepakan Semen Padang di KEK. Kemudian ITOS batu bara di Pelabuhan Pulau Baii dan penyerahan asuransi pada nelayan. Untuk kegiatan Penandatanganan MOU antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan PT Pll tentang komitmen penjaminan proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha Pembangunan Rel Kereta Api dari Pulau Baai ke Kota Padang, Provinsi Bengkulu, saat ini tim Pemprov tengah melobi untuk percepatan persiapan MoU ini di Jakarta.

“Jadi dua lagi termasuk penandatangan percepatan pelepasan badan layanan umum (BLU) Bandara Fatmawati dan penandatanganan kerjasama PT angka dengan Kementerian Perhubungan RI dalam waktu dekat ini akan ada jawabannya,” terangnya.

Dia menjelaskan, walaupun kunjungan wakil presiden ke Bengkulu hanya beberapa jam saja dan tidak menginap. Namun pemprov kan menyambut hangat kedatangan sang wakil kepala negara ini. Setelah selesai memberikan amanah dan membuka kegiatan Tanwir Muhammadiyah, wapres langsung diajak ke lokasi launching tersebut. Untuk melaunching sejumlah kegiatan Pemprov Bengkulu dalam rangka percepatan pembangunan Provinsi di pesisir barat Pantai Sumatera ini. “Setelah kegiatan launching ini kemudian dilanjutkan dengan kegiatan salat Jumat,” terangnya.

Bukan hanya itu, dalam acara makan siang Wapres akan disajikan menu khusus makanan Bengkulu. Ada beberapa makanan tradisional Bengkulu yang akan dihidangkan untuk Wapres. Diantaranya adalah pendap, tempoyak, rebung dan sejumlah makanan lainnya. Termasuk juga kue tart yang merupakan kue unggulan Provinsi Bengkulu. “Saat ini kan lagi musim durian, jadi pasti kita akan sediakan olahan durian Bengkulu. Intinya, makanan khas Bengkulu akan disajikan dalam acara makan siang nanti,” kata Hamka.

Pemda Provinsi Bengkulu juga sudah membentuk tim untuk menyambut kedatangan Wapres RI ini ke Bengkulu. Termasuk juga menyambut kedatangan tamu-tamu luar daerah yang diundang untuk mengikuti tanwir tersebut. “Kalau agenda Capres yang datang itu panitia Tanwir yang menschedulkan kegiatannya,” terangnya.

Gubernur Bengkulu Dr. Rohidin Mersyah, MMA mengatakan, kehadiran Wapres di Bengkulu nantinya, berharap bisa melihat posisi perkembangan Provinsi Bengkulu. Sebagai wakil kepala negara, sehingga Jusuf Kalla bisa melihat tindakan dan program apa yang bisa dilakukan untuk perekonomian Bengkulu. Selama ini sudah beberapa kegiatan strategis infrastuktur yang digagas. “Mudah-mudahan apa yang kita harapkan selama ini dapat didorong untuk cepat terealisasi,” terangnya. Seperti optimasliasi pengembangan pelabuhan Pulau Baii, pengembangan Bandara Fatmawati, realisasi pembangunan rel kereta dan pelepasan kawasan perkampungan nelayan. “Termasuk juga bagaimana proses kenaikan status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas,” terangnya.

Asisten II Pemda Provinsi Bengkulu, Yuliswani mengatakan untuk percepatan pembentukan KEK PT Pelindo ada dua persyaratan yang harus diselesaikan. Ini yang harus dikoordinasikan dengan Dewan KEK. Dewan KEK meminta Pelindo melakukan presenstasi awal untuk kemudian mengadakan FGD. Terkait dengan kesediaan investasi di KEK tersebut. “Yang diresmikan saat kunjungan wapres adalah kegiatan penunjang kawasan KEK. Seperti kegiatan yang ada di  Pulau Baii,” tutup Yuliswani.(del) 

Usulan Agenda Besar Dihadiri Wapres

  1. Peresmian Pengemasan Semen Padang di area rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pulau Baai Bengkulu.
  2. Peresmian pemanfaatan Integrated Terminal Operating System (ITOS) di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.
  3. Penyerahan Asuransi Nelayan kepada nelayan di 7 (tujuh) Kabupaten/Kota di Provinsi Bengkulu.
  4. Penandatanganan komitmen bersama percepatan pelepasan Badan Layanan Umum (BLU) Bandara Fatmawati oleh Kementerian Keuangan, yang dilanjutkan dengan Penandatangan Perjanjian Kerjasama antara PT. Angkasa Pura II dengan Kementerian Perhubungan Rl.
  5. Penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU) antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan PT Penjaminan Infrastruktur lndonesia (Pll) tentang komitmen penjaminan proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha Pembangunan Rel Kereta Api dari Pulau Baai ke Kota Padang, Provinsi Bengkulu.

Berita Lainnya

Tingkatkan Sumber Daya Manusia di Desa Melalui Akademi Paradigta

KUBU RAYA – Pemberdayaan perempuan terus digenjot di lini masyarakat desa, hal tersebut dinilai penting ...

error: Content is protected !!