Sabtu , 16 Februari 2019
Home / Metropolis / UMKM Menuju Market Online

UMKM Menuju Market Online

SEMINAR: Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi,m SE, MM saat membuka acara Seminar UMKM Go Online, di Grage Hotel kemarin (12/2).

BENGKULU – Guna memantapkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Bengkulu menuju market online, Selasa (12/2) pagi, digelar Seminar Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Go Online, di Grage Hotel. Kegiatan itu digelar Tim Web Praktis dan Tim Sekretariat Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) bekerja sama dengan Pemkot Bengkulu, beserta Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu.

Seminar itu dalam bentuk pelatihan pemasaran produk secara online kepada 150 pelaku UMKM yang ada di Kota Bengkulu. Wakil Walikota (Wawali) Bengkulu Dedy Wahyudi, SE, MM menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas perhatian TNP2K dan Bank BI Perwakilan Bengkulu dalam membina UMKM Kota Bengkulu.

“Pada zaman saat ini, para pelaku usaha harus cepat bertransformasi untuk mengambil momentum, seperti transportasi online, Gojek dan Grab. Dan  ini perubahan yang tidak dapat dihindari walau banyak pro dan kontra. Apalagi program yang positif,” katanya.

Menurut Dedy, dulu Perbankan ramai seperti pasar, namun sekarang bank relatif sepi. Sebab perubahan dari konvensional ke digital telah merubah pola, sehingga seperti bayar listrik dan PDAM bisa dibayar secara digital. Ia juga mengatakan, pemasaran secara digital, sangat sedikit dilakukan oleh UMKM Kota Bengkulu ketika kita search di Tokopedia, Bukalapak, maupun Seller Kain Besurek.

“Ya hari ini kita akan saring pelaku UMKM di antaranya pelaku UMKM Kain Basurek untuk bertarung di market online. Dan Saya yakin pelaku UMKM kita mampu bersaing nantinya,” ujar Dedy.

Ke depan lanjut Dedy, perlu menggagas desain konvensional menjadi desain besurek milenial melalui sayembara, agar banyak pilihan-pilihan alternatif seperti dasi basurek, jilbab, dan topi. “Tentunya itu semua bisa menjadi inovasi kita ke depan, agar produk tidak kaku,” tutur Dedy.

Sementara itu, Ketua Tim TNP2K Raden Purnama Gunawan menyampaikan kegiatan ini awalnya diinisiasi oleh Tim Sekretariat Pusat TNP2K yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden dan 16 Menteri. Secara umum, menurutnya, ada 2 strategi inti TNP2K, yaitu melalui penurunan beban pengeluaran, dan peningkatan produktivitas UMKM yang tepat sasaran.

“Kota Bengkulu dinilai memiliki kelemahan dalam memanfaatkan teknologi dan belum memiliki literasi teknologi secara maksimal. Maka salah satu cara meningkatkan penjualan melalui digitalisasi UMKM, teman-teman Web Praktis akan terus membantu pelaku UMKM sampai tahap hilir,” terang Raden Purnama Gunawan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu Endang Kurnia Saputra mengatakan, saat ini angka transaksi online global trade sudah mencapai 42 persen. Aneka produk seperti kosmetik, sepatu, baju, lebih mudah dibeli lewat online melalui market place seperti Bukalapak, Tokopedia, dan Gd Id.

“Pada zaman digital sekarang, lebih baik buka tutup laptop atau HP, daripada buka tutup toko. Pelaku UMKM hari ini kita belajar untuk bertransaksi secara online,” ungkap Endang.

Dikatakan Endang, bahwa seluruh retailer kain besurek akan ditawarkan menjadi binaan Bank Indonesia. “Pengrajin Kain Besurek ke depan akan kami kirim ke INAKRAF untuk ditampilkan di event nasional, seluruh akomodasi transportasi kita tanggung, tentu kita akan seleksi dulu. Masuk standar, kita kirim,” tukasnya.(new)

Berita Lainnya

Semeru Expo “Kan Kutunjukan Prestasi Hari Ini, Anak Mandiri Orang Tua Happy”

BENGKULU– Semeru Expo SDIT Iqro 1 resmi dibuka Wakil Walikota Dedy Wahyudi, SE,MM, Jumat (15/2). ...

error: Content is protected !!