Senin , 14 Oktober 2019
Home / Daerah / Lebong / 28 Warga Positif DBD

28 Warga Positif DBD

ANTISIPASI: Petugas dari Dinkes Lebong saat melakukan fogging di perumahan warga Kelurahan Tes, Kecamatan Lebong Selatan yang sudah terjadi kasus DBD.

PELABAI – Kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD) harus lebih ditingkatkan. Baru 2 bulan berjalan, sudah 28 warga Kabupaten Lebong yang terserang DBD. Januari menimpa 16 korban dan Februari menimpa 12 korban. ‘’Dengan cuaca penghujan sekarang, ada kemungkinan DBD terus naik,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebong, Rachman, SKM, M.Si.

Diharapnya, masyarakat meningkatkan rutin membersihkan lingkungan serta menerapkan 3M Plus. Yakni menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan. Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk. Menggunakan kelambu saat tidur. Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk. Menanam tanaman pengusir nyamuk.

‘’Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk,’’ ungkap Rachman.

Tahun 2018 DBD menyerang 116 korban. Dari jumlah itu, 1 korban meninggal dunia. Jumlah itu jauh meningkat karena tahun 2017 DBD hanya menyerang 87 korban. Jumlah itupun meningkat dibanding tahun 2016 yang menyerang 68 korban.

‘’Makanya untuk memberantas DBD tidak bisa kalau hanya mengandalkan petugas kesehatan. Seluruh stakeholder dan masyarakat itu sendiri harus ikut berpartisipasi agar rantai DBD bisa benar-benar terputus,’’ jelas Rachman.

Salah satu bentuk kontribusi masyarakat segera memeriksakan keluarganya yang mengidap gejala DBD ke puskesmas atau RSUD. Termasuk melaporkan ke Dinkes ketika sudah terjadi serangan kasus di suatu daerah agar pemutusan rantai dengan fogging dapat segera dilakukan Dinkes.

‘’Yang paling penting dari itu semua, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan agar tidak ada tempat bagi nyamuk bersarang, apalagi kembang biak,’’ tutup Rachman.

Dijelaskannya, ada 7 kriteria KLB menurut Peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes) Nomor 1501 tahun 2010. Antara lain timbulnya suatu penyakit menular tertentu yang sebelumnya tidak ada atau tidak dikenal pada suatu daerah. Peningkatan kejadian kesakitan terus-menerus selama 3 kurun waktu dalam jam, hari atau minggu berturut-turut menurut jenis penyakitnya.

Adanya peningkatan kejadian kesakitan 2 kali atau lebih dibandingkan dengan periode sebelumnya dalam kurun waktu jam, hari atau minggu menurut jenis penyakitnya. Selanjutnya jumlah penderita baru dalam periode waktu 1 bulan menunjukkan kenaikan dua kali atau lebih dibandingkan dengan angka rata-rata jumlah per bulan dalam tahun sebelumnya.

‘’Rata-rata jumlah kejadian kesakitan per bulan selama setahun menunjukkan kenaikan dua kali atau lebih dibanding rata-rata jumlah kejadian kesakitan per bulan di tahun sebelumnya,’’ jelas Rachman.

Selanjutnya, angka kematian kasus suatu penyakit dalam 1 kurun waktu tertentu menunjukkan kenaikan 50 persen atau lebih dibanding angka kematian kasus suatu penyakit periode sebelumnya dalam kurun waktu yang sama. Terakhir angka proporsi penyakit penderita baru pada satu periode menunjukkan kenaikan 2 kali atau lebih dibanding satu periode sebelumnya dalam kurun waktu yang sama. ‘’Dari kriteria itu, banyak yang belum terpenuhi sehingga DBD di Lebong belum bisa dikategorikan KLB,’’ ungkap Rachman.

Pantauan RB, dalam kurun waktu 3 minggu terakhir, jumlah korban DBD di Kabupaten Lebong bertambah 7 orang. Semuanya warga Desa Selebar Jaya, Kecamatan Amen. Sesuai hasil pemeriksaan tim medis RSUD Lebong, 7 korban ini positif DBD. Dinkes sendiri telah melakukan fogging, membagikan bubuk abate serta memeriksa langsung kondisi rumah warga guna memastikan tidak ada jentik nyamuk di bak penampungan air.(sca)

Berita Lainnya

Pasangan Kandidat Makin Mengerucut

PELABAI – Sekalipun masalah anggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 di Kabupaten Lebong belum ...

error: Content is protected !!