Rabu , 26 Juni 2019
Home / Metropolis / Hasil Seleksi PTT Tak Kunjung Diumumkan

Hasil Seleksi PTT Tak Kunjung Diumumkan

SELEKSI: Calon peserta pegawai tidak tetap (PTT) dari Dinas Pemadam Kebakaran mengikuti proses seleksi jalur online.

BENGKULU – Polemik proses seleksi tenaga honorer atau pegawai tidak tetap (PTT) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus terjadi. Penyebabnya hingga kemarin hasil tes seleksi yang menggunakan sistem onlin itu belum kunjung diumumkan nama peserta yang lulus.

Padahal, sejumlah OPD sudah selesai menggelar pelaksanaan tes seleksi. “Kalau perekrutan PTT itu sesuai kebutuhan masing OPD. Dan kita masih menunggu laporan dari tiap OPD tersebut,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Marjon kemarin.

Diungkapkan Marjon, proses seleksi PTT yang menggunakan sistem aplikasi rekrutmen tersebut sangat membantu pihaknya. Sebab melalui aplikasi tersebut semua sudah dikerjakan berdasarkan aplikasi yang tercantum secara online. “Alhamdulillah, jadi dengan Kota Bengkulu dengan menggunakan sistem aplikasi rekrutmen sesuai kebutuhan ini tentu ringan tugas saya. Kenapa bisa dikatakan ringan? Karena semua sudah dikerjakan sesuai aplikasi. Dan berapa kebutuhan perekrutan ya sesuai masing OPD,” tuturnya.

Meski proses seleksi menggunakan sistem online, namun menurut Marjon, beberapa OPD juga menerapkan seleksi dengan tes wawancara serta tes fisik kesehatan seperti di OPD Satpol PP dan Dinas Pemadam Kebakaran. “Sedangkan untuk di Rumah Sakit itu ada tes wawancara untuk melihat kecakapan seseorang. Karena perawat itu harus cakap, misal jika dia memasang infus jangan sampai salah akibatnya fatal bagi pasien,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Komisi III DPRD Kota Sudisman, S.Sos menilai, sejauh ini DPRD Kota Bengkulu belum mengetahui persis berapa total jumlah honorer yang ada di Pemerintahan Kota Bengkulu tahun 2019 ini. Padahal seharusnya terhitung Januari Badan Kepegawaian Daerah Kota Bengkulu segera menyampaikan data total keseluruhan jumlah honorer ditiap masing OPD.

“Berapa jumlah pasti honorer kota saat ini kami belum tahu persis. Dan kami ingin melihat data konkretnya keseluruhan jumlah seluruh honorer yang ada di pemerintah kota. Padahal tes honorer kali ini menggunakan sistem online. Jadi pemkot harus benar-benar transparan,” kritik Sudisman.

Sambung Sudisman, bila Pemkot sudah memberlakukan sistem online maka pengumuman hasil harus secara langsung diumumkan ke publik. “Karena ketika pendaftaran dilakukan sistem online, terus pelaksanaan tesnya juga sistem online. Maka hasilnya juga harus diumumkan secara online secara langsung dan terbuka. Jadi pemkot harus transparan, bukan malah hasil tes ditunda diumumkan,” tutur Sudisman.(new)

Berita Lainnya

Rohidin: Pemimpin Itu Harus Menginspirasi

BENGKULU – Sebanyak 40 pejabat eselon IV dari 29 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan ...

error: Content is protected !!