Selasa , 25 Juni 2019
Home / Berita utama / Jokowi dan Prabowo, Merebut Hati Muhammadyah di Tanwir

Jokowi dan Prabowo, Merebut Hati Muhammadyah di Tanwir

BENGKULU – Calon Presiden Prabowo Subianto dan Ir. Joko Widodo diundang dalam agenda Tanwir Muhammadiyah 2019 di Bengkulu yang akan dibuka Jumat (15/2) nanti. Namun dinamika datang atau tidaknya dua calon pemimpin RI ini masih terus bergerak. Jika jadi datang, maka Prabowo akan melakukan orasi kebangsaan pada seluruh peserta tanwir Muhammadiyah pada Jumat siang. Begitu juga dengan Jokowi akan hadir dan melakukan orasi kebangsaan pada Jumat malam.

Kedua tokoh ini tidak akan dipertemukan dalam acara tanwir tersebut. Setelah ini nanti Muhammadiyah akan mengambil sikap politiknya dalam Pemilu, April mendatang. Tanwir Muhammadiyah ini rencananya akan diikuti tiga ribu peserta utusan dari Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) tingkat Provinsi Bengkulu.

“Setiap kegiatan tanwir yang berdekatan dengan agenda pemilu kita selalu undang calon presiden tanpa terkecuali. Informasi kedatangan dua capres ini masih dinamis terus bergerak. Soal mereka tidak jadi datang nantinya Muhammadiyah no problem,” terang Ketua Panitia Tanwir Muhammadiyah, Dr. H. Ahmad Dasan dalam jumpa pers di lantai enam kampus IV Muhammadiyah (13/2) pukul 16.23 WIB.

Diundangnya dua capres ini sebagai tokoh bangsa yang akan memimpin negeri ini lima tahun ke depan. Sehingga Muhammadiyah memandang perlu untuk menggali  bagaimana mereka akan membawa Indonesia. Sejauh mana mereka persiapkan diri menjadi orang nomor satu di Indonesia. Tatkala mereka menjadi nahkoda tak tahu arah mana yang dibawa mereka harus bertanggungjawab. Peserta Tanwir silakan menilai keduanya.

“Kemana mereka (anggota muhammadiyah) akan memilih Muhammadiyah mempersilakan anggotanya. Muhammadiyah ingin menciptakan SDM yang berkualitas. SDM ini silakan partai mana yang mau mengambilnya,” terangnya.

Lalu sikap politik apa yang akan diambil oleh Muhammadiyah setelah orasi kebangsaan itu. Ketua PW Muhammadiyah Bengkulu Dr H Syaifullah MAg mengatakan, sikap politik yang akan diambil Muhammadiyah adalah Politik Kebangsaan. bukan politik praktis. Walaupun banyak kader Muhammadiyah yang kemudian terjun ke dunia politik. Politik itu bagian integral dari ajaran Islam.

Sehingga tidak mungkin Muhammadiyah mengenyampingkan aspek ini. Muhammadiyah ingin membangun kedepannya tetap eksis untuk warganya. Berperan optimal untuk konteks relasi global. Peran Muhamadiyah dalam konteks global selalu Muhammadiyah hadir terutama dalam kondisi kritis. “Muhammadiyah ingin memberikan peran aktif terhadap kerja global ini,” terangnya.

Dalam tanwir Muhammadiyah ini banyak kegiatan yang akan dilakukan, seperti seminar nasional dan internasional. Narasumber sudah disiapkan dari lokal dan mancanegara akan hadir. Ada tabligh akbar yang diisi oleh Ustads Adi Hidayat dan juga Dubes RI untuk Libanon Hajriyanto Y Thohari. “Serta ada bedah buku ketua PP Muhammadiyah dan ketua PW Muhammadiyah,” terangnya.

Tanwir ini temanya beragama yang mencerahkan. Mengapa demikian, karena banyak orang yang beragama ini kering. Sedangkan nilai beragama tergerus. Beragama itu selain kulit juga kedalamannya yakni substansialnya. “Yakni tauhid yang murni 24 karat ini. Beragama yang mencerahkan ada unsur ritualnya dan amalannya,” terangnya.

Tanwir Muhammadiyah ini menyiapkan Sidang Muktamar Muhammadiyah 2020 di Solo. Untuk membahas konsep yang dibicarakan di muktamar tersebut. “Isu penting kita akan bahas dan persiapkan di sini,” ujarnya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Drs. Sakroni, M.Pd mengatakan tanwir Muhammadiyah ini tenmpat pelaksanaanya di kampus IV  Muhammadiyah. Di sana akan digelar pertemuan dengan dua calon presiden Indonesia. Ada dua tempat pokok di kampus IV yang dijadikan tempat perhelatan Tanwir. Yakni gedung Hasandin yang akan diresmikan oleh ketua PP Muhammadiyah hari ini Kamis (14/2) untuk penyampaian visi misi capres. Kemudian masjid wisata yang dinamakan masjid Attanwir. Masjid ini dijadikan monumen tahun 2019 dilaksanakan pertemuan Muhamadiyah besar sebelum muktamar yakni Tanwir di Bengkulu.

“Serangkaian kegiatan Tanwir ini dikomplek ini khususnya disebelah timur di SMK Agromaritim juga dilaksanakan kegiatan bazar yang dibuka ketua PP Muhammadiyah besok (hari ini, red) bersamaan dengan peresmian masjid attanwir dan gedung Hasandin,” tutupnya.(del)

BENGKULU – Calon Presiden Prabowo Subianto dan Ir. Joko Widodo diundang dalam agenda Tanwir Muhammadiyah 2019 di Bengkulu yang akan dibuka Jumat (15/2) nanti. Namun dinamika datang atau tidaknya dua calon pemimpin RI ini masih terus bergerak. Jika jadi datang, maka Prabowo akan melakukan orasi kebangsaan pada seluruh peserta tanwir Muhammadiyah pada Jumat siang. Begitu juga dengan Jokowi akan hadir dan melakukan orasi kebangsaan pada Jumat malam.

Kedua tokoh ini tidak akan dipertemukan dalam acara tanwir tersebut. Setelah ini nanti Muhammadiyah akan mengambil sikap politiknya dalam Pemilu, April mendatang. Tanwir Muhammadiyah ini rencananya akan diikuti tiga ribu peserta utusan dari Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) tingkat Provinsi Bengkulu.

“Setiap kegiatan tanwir yang berdekatan dengan agenda pemilu kita selalu undang calon presiden tanpa terkecuali. Informasi kedatangan dua capres ini masih dinamis terus bergerak. Soal mereka tidak jadi datang nantinya Muhammadiyah no problem,” terang Ketua Panitia Tanwir Muhammadiyah, Dr. H. Ahmad Dasan dalam jumpa pers di lantai enam kampus IV Muhammadiyah (13/2) pukul 16.23 WIB.

Diundangnya dua capres ini sebagai tokoh bangsa yang akan memimpin negeri ini lima tahun ke depan. Sehingga Muhammadiyah memandang perlu untuk menggali  bagaimana mereka akan membawa Indonesia. Sejauh mana mereka persiapkan diri menjadi orang nomor satu di Indonesia. Tatkala mereka menjadi nahkoda tak tahu arah mana yang dibawa mereka harus bertanggungjawab. Peserta Tanwir silakan menilai keduanya.

“Kemana mereka (anggota muhammadiyah) akan memilih Muhammadiyah mempersilakan anggotanya. Muhammadiyah ingin menciptakan SDM yang berkualitas. SDM ini silakan partai mana yang mau mengambilnya,” terangnya.

Lalu sikap politik apa yang akan diambil oleh Muhammadiyah setelah orasi kebangsaan itu. Ketua PW Muhammadiyah Bengkulu Dr H Syaifullah MAg mengatakan, sikap politik yang akan diambil Muhammadiyah adalah Politik Kebangsaan. bukan politik praktis. Walaupun banyak kader Muhammadiyah yang kemudian terjun ke dunia politik. Politik itu bagian integral dari ajaran Islam.

Sehingga tidak mungkin Muhammadiyah mengenyampingkan aspek ini. Muhammadiyah ingin membangun kedepannya tetap eksis untuk warganya. Berperan optimal untuk konteks relasi global. Peran Muhamadiyah dalam konteks global selalu Muhammadiyah hadir terutama dalam kondisi kritis. “Muhammadiyah ingin memberikan peran aktif terhadap kerja global ini,” terangnya.

Dalam tanwir Muhammadiyah ini banyak kegiatan yang akan dilakukan, seperti seminar nasional dan internasional. Narasumber sudah disiapkan dari lokal dan mancanegara akan hadir. Ada tabligh akbar yang diisi oleh Ustads Adi Hidayat dan juga Dubes RI untuk Libanon Hajriyanto Y Thohari. “Serta ada bedah buku ketua PP Muhammadiyah dan ketua PW Muhammadiyah,” terangnya.

Tanwir ini temanya beragama yang mencerahkan. Mengapa demikian, karena banyak orang yang beragama ini kering. Sedangkan nilai beragama tergerus. Beragama itu selain kulit juga kedalamannya yakni substansialnya. “Yakni tauhid yang murni 24 karat ini. Beragama yang mencerahkan ada unsur ritualnya dan amalannya,” terangnya.

Tanwir Muhammadiyah ini menyiapkan Sidang Muktamar Muhammadiyah 2020 di Solo. Untuk membahas konsep yang dibicarakan di muktamar tersebut. “Isu penting kita akan bahas dan persiapkan di sini,” ujarnya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Drs. Sakroni, M.Pd mengatakan tanwir Muhammadiyah ini tenmpat pelaksanaanya di kampus IV  Muhammadiyah. Di sana akan digelar pertemuan dengan dua calon presiden Indonesia. Ada dua tempat pokok di kampus IV yang dijadikan tempat perhelatan Tanwir. Yakni gedung Hasandin yang akan diresmikan oleh ketua PP Muhammadiyah hari ini Kamis (14/2) untuk penyampaian visi misi capres. Kemudian masjid wisata yang dinamakan masjid Attanwir. Masjid ini dijadikan monumen tahun 2019 dilaksanakan pertemuan Muhamadiyah besar sebelum muktamar yakni Tanwir di Bengkulu.

“Serangkaian kegiatan Tanwir ini dikomplek ini khususnya disebelah timur di SMK Agromaritim juga dilaksanakan kegiatan bazar yang dibuka ketua PP Muhammadiyah besok (hari ini, red) bersamaan dengan peresmian masjid attanwir dan gedung Hasandin,” tutupnya.(del)

Berita Lainnya

Serbu, Kampung Seru IM3 Ooredoo di Kabupaten Kepahiang

BENGKULU- Mensosialisasikan produk andalan terbaru New Freedom dari IM3 Ooredoo, Minggu (23/6), Indosat Ooredoo Bengkulu ...

error: Content is protected !!