Rabu , 26 Juni 2019
Home / Daerah / Bengkulu Utara / Mediasi Gagal, Tambang Belum Boleh Beroperasi

Mediasi Gagal, Tambang Belum Boleh Beroperasi

TAP – Kelompok tani dari Desa Tanjung Agung, Alun Dua dan Lubuk Pendam Kecamatan Tanjung Agung Palik melakukan mediasi, kemarin. Mediasi bersama perusahaan penambang Galian C PT. Pulau Batu Intan (PBI), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (TPHP) digelar di kantor Camat TAP.

Namun dalam pertemuan kemarin berlangsung tanpa keputusan. Petani tetap menolak aktivitas pertambangan dilakukan, karena menilai hal itu akan berdampak buruk pada 280 hektare lahan pertanian masyarakat yang selama ini menjadi sumber penghidupan.

Dari perusahaan tambang sudah menjelaskan aktivitas mereka tidak akan berdampak buruk pada pertanian atau fasilitas pertanian. Para petani akhirnya meminta perusahaan membuat surat pernyataan. Isinya, perusahaan siap bertanggungjawab baik memperbaiki fasilitas pertanian maupuun mengganti rugi pada petani jika penambangan menyebabkan kerugian pada petani maupun kerusakan fasilitas pertanian.

Hanya saja permintaan itu tidak bisa disetujui langsung oleh perusahaan. Karena perwakilan perusahaan yang datang saat mediasi akan lebih dulu berkonsultasi dengan pimpinan mereka terkait tuntutan tersebut.

Kepala DLH BU, Ir. Alfian mengaku tidak ada keputusan dalam rapat kemarin. Namun setidaknya ada sikap dari petani terkait tuntutan mereka. “Kita persilakan perusahaan berkonsultasi dengan pimpinan mereka,” katanya.

Senin mendatang rencananya akan kembali dilakukan rapat untuk menanyakan apa tanggapan perusahaan terkait dengan tuntutan petani tersebut. “Harapan kita ada titik tengah dalam permasalahan ini. Kita tidak merugikan investor. Namun kita juga tidak ingin sawah yang menjadi target pangan daerah rusak akibat penambangan,” tegas Alfian.(qia)

Berita Lainnya

Tunjangan Sertifikasi 200 Guru Nunggak 6 Bulan

ARGA MAKMUR – Hingga saat ini Dinas Pendidikan Bengkulu Utara (BU) belum menyelesaikan pembayaran tunjangan ...

error: Content is protected !!