Senin , 27 Mei 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Rasta Siap Disalurkan

Rasta Siap Disalurkan

KEPAHIANG – Jika tidak ada kendala, penyaluran program Beras Sejahtera (Rastra) tahap pertama di tahun 2019 ini, akan mulai disalurkan pekan depan. Hal ini setelah Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Kepahiang sudah menyampaikan surat ke Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Provinsi Bengkulu, terkait dimulainya penyaluran Rastra ini.

Kepala Dinsos PMD Kepahiang, Jan Johanes Dalos, S.Sos mengungkapkan, sesuai dengan jadwal yang sudah disampaikan ke Bulog, besar kemungkinan penyaluran Rastra ini dimulai minggu depan. Nantinya sebelum Rastra ini disalurkan terlebih dahulu akan diuji kualitasnya. Setelah memastikan kualitas Rastra tersebut baik dan bagus, barulah Rastra tersebut disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Kalau jadwal yang kita kirim ke Bulog penyaluran Rastra ini mulai dilakukan pada 8 Februari 2019 mendatang. Sebelum disalurkan ke warga Rastra ini akan diuji tanak atau dimasak dulu, kalua kualitasnya tidak baik maka Rastra tersebut bisa untuk dikembalikan. Penyaluran tahap pertama ini KPM menerima 2 bulan yaitu Januari dan bulan Februari,” ungkapnya, kemarin (13/2).

Angka penerima Rastra tersebut berpedoman pada surat dari Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI Nomor 4434/4/KS/11/2018 tentang Penyaluran Bansos Rastra 2019. Surat tersebut merupakan turunan dari Kepmensos RI Nomor 9/HUK/2018 tentang Penyaluran Beras Bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah.

“Dari surat tersebut diketahui bahwa jumlah penerima Rastra tahun ini sama dengan tahun sebelumnya yakni 9.599. Namun untuk penyalurannya hanya diberlakukan hingga bulan April mendatang. Setelah itu nantinya akan ada keputusan baru dari Kemensos, apakah akan tetap melanjutkan program Rastra atau beralih,” jelas Dalos.

Di sisi lain, Pemkab Kepahiang tahun ini juga berencana untuk menjalankan menjalankan program warung elektronik atau e-warung. Hanya saja untuk program ini Pemkab masih menunggu petunjuk teknis dan aturan hukum Kemensos RI. Pasalnya kemungkinan besar untuk program Rastra akan berganti ke program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Program e-warung ini merupakan salah satu langkah untuk menyalurkan BPNT bagi para peserta Program Keluarga Harapan (PKH). Melalui e-warung ini warga bisa mendapatkan bahan pokok dalam BPNT seperti beras dan telur ayam, melalui transaksi non tunai.

“Kita sudah melakukan koordinasi dengan Himbara, untuk mulai melakukan pendataan dan survei sebelum akhirnya menentukan warung mana saja yang layak dijadikan e-warung. Untuk di Kabupaten Kepahiang ini, Himbara yang ada hanya BRI. Bank ini memiliki beberapa fitur program yang bisa menunjang program e-warung yang akan kita bentuk,” jelas Dalos.

Selain warung biasa yang akan dijadikan e-warung, Pemkab Kepahiang juga akan membentuk e-warung dari Kelompok Usaha Bersama (Kube), yakni Kube Rumah Pangan Kita (RPK) dan Kube PKH, yang merupakan entry point dari tercetusnya program e-warung ini.

“Untuk syarat warung biasa agar bisa menjadi e-warung, nantinya Himbara yang akan melakukan analisa, mulai dari kemampuan permodalan hingga bahan baku, dalam hal ini bahan baku yang diberikan untuk BPNT adalah beras dan telur ayam ras,” jelas Dalos.

Untuk pembayarannya nantinya, sambung Dalos, para penerima PKH akan membayar dengan menggunakan kartu combo yang sudah disiapkan oleh pemerintah, dengan sistem gesek. “Adapun jumlah BPNT yang diterima oleh penerima PKH adalah Rp 110 ribu per bulan per KPM,” demikian Dalos. (sly)

Berita Lainnya

Jalan Lintas Sumatera Rusak

KEPAHIANG – Jelang arus mudik lebaran, beberapa titik jalan lintas Sumatera di Kabupaten Kepahiang rusak ...

error: Content is protected !!