Jumat , 20 September 2019
Home / Berita utama / Wapres Jusuf Kalla Jadi Saksi Bangkitnya Infrastruktur di Bengkulu

Wapres Jusuf Kalla Jadi Saksi Bangkitnya Infrastruktur di Bengkulu

Jusuf Kalla

BENGKULU–  Agenda Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ke Bengkulu  Jumat (15/2) yakni menyaksikan penandatanganan MoU antara Penjamin Infrastruktur Indonesia dengan Gubernur Bengkulu Dr. Rohidin Mersyah, MMA dan Universitas Bengkulu.  Menurut Asisten I Pemda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri menjelaskan, setelah ditandatanganinya MoU tersebut akan berdampak besar.

Seperti Pemprov melakukan kerjasama dengan pihak badan usaha lainnya dalam pembangunan infrastruktur, sudah ada lembaga penjaminnya. Sehingga akan mudah melakukan kerjasama. Ini akan berdampak pada seluruh sektor pembangunan di Provinsi Bengkulu. Seperti pembangunan jalan tol, pembangunan rel kereta api dan agenda besar pembangunan lainnya. “Ini akan berdampak besar bagi Provinsi Bengkulu di segala sektor pembangunan. Penjaminnya ini BI,” terang Hamka Sabri.

Dalam kunjungan Wapres ini, dari 6 agenda yang sudah disiapkan yang dipastikan akan terlaksana adalah item tersebut. Setelah ini, kemudian Wapres RI akan datang melihat langsung ke lokasi Pelabuhan Pulau Baai. Acara Peresmian pemanfaatan Integrated Terminal Operating System (ITOS) di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu tidak jadi dilaksanakan. Termasuk juga dengan pembagian asuransi nelayan. Sebab singkatnya jadwal kunjungan Wapres ini ke Bengkulu. “Ya tapi Wapres akan datang langsung untuk mengunjungi pelabuhan Pulau Baai,” terangnya.

Untuk bandara Fatmawati Soekarno juga tidak jadi diresmikan untuk kelola oleh PT Angkasa Pura dalam kunjungan Wapres ini. Sebab tim Pemprov sudah melakukan kunjungan ke Kementerian Keuangan. Saat ini proses Bandara itu dikelola Angkasa Pura adalah pelepasan kementerian Keuangan terhadap aset bandara tersebut. Setelah dilepas baru lah nantinya dibuat perjanjian kerjasama (PKS). Saat ini Kementerian keuangan belum selesai menjalani proses pelepasan aset bandara ini. “Jadi ini ditunda dulu,” terangnya.

Sementara itu Sekda Provinsi Bengkulu, Nopian Andusti mengatakan saat ini Pemprov Bengkulu siap dalam menyambut kedatangan Wakil Presiden RI. “Kita siap, untuk agendanya kita tengah matangkan,” ujarnya.

Peresmian Pengemasan Semen Padang di area rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pulau Baai Bengkulu oleh wapres juga ditunda. Sebab berdasarkan rapat koordinasi persiapan penyambutan presiden yang dihadiri oleh PT Semen Padang kemarin, masih ada beberapa hal yang harus difinalkan. Untuk optimalkan operasional pengemasan semen ini masih terkedala dengan belum optimalnya dermaga yang ada di packing plant Bengkulu. “Kita masih terkendala dengan kapasitas dermaga yang harusnya kita butuh 6 ribu ton baru bisa saat ini 3 ribu ton. Sehingga kita belum bisa memaksakan untuk dilakukan. Jika dipaksakan akan memakan operasional yang lebih besar,” kata Nur Anita Rahmawati Kepala Biro Humas PT Semen Padang.

Sehingga PT Semen Padang memutuskan jika packing plant ini masih belum siap untuk diresmikan. Kalau dipaksakan juga nantinya tidak akan optimal. “Peresmian ini ditunda, untuk diresmikannya kita masih menunggu tim operasional. Kita belum bisa menargetkan waktu, sekarang kiat fokus untuk optimalkan operasional sehingga bisa diresmikan,” ujarnya.

Kegunaan Packing plantnya ini kalau sekarang masih membawa sement yang sudah dikemas dari Padang. Nantinya, semen akan langsung dikemas di Bengkulu. Keunggulannya, kemasan sampai ke costumer masih rapi. Risiko kerusakan kemasan juga jadi berkurang. Kemudian kontiniutas produk terjamin. “Ini yang akan menjadi risiko,” terangnya.

Sementara itu GM PT Pelindo Nurkholis Lukman mengatakan mereka menerima pelaksanaan acara final baru pukul 08.30 Wib kemarin. Sehingga mereka langsung berkorodinasi dengan kantor pusat yang akan segera turun untuk melakukan persiapan. Terkait degan wacana wapres RI yang akan meninjau langsung pelaksanaan penerapan ITOS di Pelabuhan Pulau Baai. “Jadi agenda Wapres di pelabuhan tidak ada acara peresmian. Kunjungan beliau hanya untuk peninjauan terhadap Pelabuhan Pulau Baai,” terangnya.

Namun bukan hanya meninjau, Pelindo akan meminta saran dan masukan wapres untuk pembangunan pelabuhan Pulau Baai ke depannya. ITOS ini merupakan sistem informasi pelayanan peti kemas. Yang selama ini masih menggunakan penanganan manual, kedepannya sudah menggunakan sistem komputerisasi yang dikontrol oleh kontrol tower. “Jadi ini bukan launching. Penerapan ITOS ini 6 bulan pelaksanaan pembangunan baru akan dilaksanakan Agustus,” terangnya.

Dia berharap Wapres bisa memberikan saran masukan dan arahan terhadap pengembangan pelabuhan kedepan. Saat ini jumlah peti kemas di Pelabuhan Pulau Baai sudah 26 ribu. “Jumlahnya baru ini,” terangnya.

Sementara itu informasi pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) saat ini adalah menjaga potensi investor potensial supaya benar-benar berinvestasi di KEK. Terakhir akan dilaksanakan FGD di Jakarta 4 Maret nanti. “Kita akan laksanakan FGD,” terangnya.

Terkait dengan pengepakan Semen Padang, pengerjaan sekarang baru ujicoba kemarin. Direncanakan Sement Padang April nanti baru pengepakan secara resmi dioperasionalkan. “Karena kemarin ada permintaan pemda untuk mengcupture perkembangan yang terjadi di Bengkulu khususnya di Pulau Baai. Sehingga kita tinjau langsung dengan tim Wapres pengemasan Semen Padang itu. Setelah dilihat sementara kita take off dulu dari jadwal, sebab posisinya belum siap,” terangnya. (del)

Berita Lainnya

Tiga Kali Imam Nahrawi Mangkir dari Panggilan KPK

JAKARTA – KPK kembali melayangkan surat panggilan ke Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi ...

error: Content is protected !!