Senin , 22 Juli 2019
Home / Berita utama / Mimpi Bengkulu Terwujud, Presiden Percepat Pembangunan

Mimpi Bengkulu Terwujud, Presiden Percepat Pembangunan

KUNJUNGAN KERJA: Presiden RI Ir. Joko Widodo bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri PUPR Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Gubernur Dr. H. Rohidin Mersyah dan Walikota H. Helmi Hasan saat meninjau Kampung Nelayan Kelurahan Sumber Jaya, Kota Bengkulu. (foto : ade/rb)

BENGKULU – Gubernur Bengkulu, Dr. Rohidin Mersyah, MM berhasil meyakinkan Presiden RI Ir. Joko Widodo mendukung program strategis percepatan pembangunan Provinsi Bengkulu. Dalam kunjugan kerjanya ke Bengkulu Jumat (15/2) Presiden menjelaskan, program tersebut segera terwujud.

Salah satunya adalah pengembangan Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu. Ditargetkan Maret ini, proses pengalihan Bandara Fatmawati dari Unit Penyelenggaran (UPB) akan selesai. Setelah tidak lagi berbentuk UPB akan diserahkan pengelolaannya ke  PT Angkasa Pura. Sehingga Bandara Fatmawati menjadi bandara internasional. Penerbangan ke sejumlah wilayah Indonesia dan mancanegara bisa langsung dari bandara itu. “Goalnya nanti pertumbuhan ekonomi masyarakat Bengkulu akan semakin baik,” kata Jokowi.

Saat ini penyerahan pengelolaan Bandara Fatmawati masih diproses oleh Kementerian Keuangan RI. Yang tengah menghitung nilai aset bandara tersebut sebelum kemudian diterbitkan surat perjanjian kerjasama (PKS) pengelolaan dengan PT Angkasa Pura.  Dengan diambilalihnya bandara ini nanti, akan dikelola lebih profesional. Sehingga pengembangan Bandara Fatmawati Soekarno menjadi bandara bertaraf nasional bisa lebih cepat diwujudkan. “Ini Maret nanti sudah selesai,” ujar Presiden.

Selain itu juga untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang ada di Pulau Baai juga akan betul-betul dikembangkan. Sehingga Bengkulu lebih baik. Sehingga hasil bumi seperti sawit, pertambangan, hasil perkebunan, bisa dikirim dalam kapsitas lebih banyak ke luar. Selain itu, dilengkapi dengan rel kereta api dari Pulau Baai menuju ke Lubuklinggau. Sehingga biaya transportasi bisa lebih murah. “KEK ini betul-betul dikembangkan sehingga Bengkulu lebih baik,” kata Presiden saat meninjau kawasan pemukiman rumah nelayan kemarin.

Dia mengatakan KEK Pulau Baai ini akan diproses secepatnya. Termasuk juga dengan mimpi besar pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuklinggau segera terwujud. Jokowi memastikan pembangunan jalan tol, bulan depan sudah mulai proses pembebasan lahannya. Sehingga setelah pembebasan lahan ini selesai bisa segera dibangun. “Mulai bulan depan sudah dimulai pembebasan lahan,” kata Jokowi.

Jokowi juga menerangkan apa yang telah dilakukan pemerintah 4,5 tahun ini. Di masa kepemimpinannya, pemerintah fokus pada pembangunan infrastruktur. Dia mengilas tahun 1978 lalu  Indonesia membangun bangun tol Jagorawi yang menghubungkan Jakarta- Bogor –Ciawi. Saat itu banyak negara tetangga yang datang melihat bagaimana pembangunan tol Jagorawi tersebut. Termasuk Malaysia, Filipina dan negara lainnya, ingin mengetahui bagaimana cara membangun dan memanajemen jalan tol tersebut. Dalam artian Indonesia lebih dulu membangun jalan tol. Namun sekarang negera-negara tersebut sudah jauh meninggalkan Indonesia di segi pembangunan tersebut.

“Saat ini, setelah 40 tahun negara yang tadinya melihat kita membangun, banyak yang pembangunannya jauh meninggalkan kita dalam pembangunan infrastruktur ini,” terangnya

Saat ini Indonesia baru mampu membangun 780 kilometer jalan tol. Kemudian Malaysia sudah membangun 1.800 KM jalan tol. Tiongkok Cina bahkan sudah membangun 280 ribu KM jalan tol. “Apa yang saya lihat dari peristiwa ini. Kita sering miliki ide dan gagasan memulai. Tetapi tindak lanjut itu kita terlalu lambat,” terangnya.

Mengapa kita lamban dalam membangun jalan? Yang paling banyak terjadinya keterlambatan adalah karena faktor pembebasan lahan. Ada dua hal yang menyebabkan jalan berhenti dan tidak bisa diteruskan. Pertama jalan itu masuk ke kawasan hutan konservasi dan juga masuk ke kawasan-kawasan tertentu. Namun itu bisa saja diselesaikan jika mau diselesaikan. “Bukan hanya jalan tol,  air port dan pelabuhan juga yang lainnya kendala seperti ini. Hal kecil menyebabkan pembangunan terhenti,” katanya.

Mengapa di masa kepemimpinannya infrastruktur diprioritaskan? Karena saat ini Indonesia kalah jauh dari negara lain. Biaya transportasi logistik dibanding Singapura 2,5 kali lipat. “Ini artinya daya saing kita rendah,” ujarnya.

Pembangunan jalan tol dikebut pemerintah. Bukan hanya di Pulau Jawa dan Sumatera, Papua juga dibangun jalan tol. Ini untuk keadilan sosial. “Bukan hanya Jawa dan Sumatera yang butuh jalan tol,” kata Jokowi.

Dia mengatakan, banyak yang mengatakan kalau pemerintah fokus pada pembangunan mega proyek. Tetapi kata Jokowi, sebenarnya banyak pembangunan infrastruktur yang kecil-kecil. Lewat dana desa. Sampai tahun 2018  sudah Rp 187 triliun dana negara digelontorkan ke Indonesia. Kemudian sampai tahun ini mencapai Rp 257 triliun dialokasikan. “Dengan ini banyak infrastruktur yang dibangun untuk masyarakat desa. Ada sebanyak 191 ribu ruas  jalan pemukiman, ada sebanyak 58 ribu irigasi kemudian ada  890 ribu pasar dibangun desa,” kata Jokowi.

Setelah selesai mengunjungi Perumahan Nelayan Kampung Nelayan Sumber Jaya yang mulai ditata, Presiden mengatakan penataan ini belum selesai atau masih kurang. Kondisi kampung Sumber Jaya tersebut masih sekitar 20 persen. Fasiitas umum masih banyak yang belum diselesaikan. Banyak rumah para nelayan yang belum rampung dikerjakan. Jika sudah selesai semuanya, bisa tertata dan lebih bersih. Nelayan juga bisa menyandarkan kapalnya dengan baik di dermaga. “Kita lihat di Pontianak di Tegal kurang lebih seperti ini (Konsep perumahan nelayannya). Rumah yang dibangun ini untuk nelayan, karena kampung nelayan, sertifikat juga dibagikan,” katanya.

Untuk pembagian sertifikat ini masih ada pembicaraan dengan PT Pelindo nanti. “Mungkin dalam waktu dekat ini dibagikan. Baru 70an masih banyak. Namun paling tidak kita memiliki protype penataan kampung nelayan. Dari sudah benar dikoreksi betul baru kemudian digarap,” jelasnya.

Sementara itu Gubernur Bengkulu Dr. Rohidin Mersyah, MMA mengatakan Bengkulu sangat strategis dikembangkan pelabuhan. Kemudian dikoneksikan dengan Sumatera Tengah. Ini akan meningkatkan nilai ekonomis. Akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Sumatera. Mengefektifkan pengendalian inflasi pertambahan ekonomi makro. “Kami mengajak presiden untuk rapat bersama dengan para bupati,” tutupnya.

Dalam kunjungannya kemarin, Jokowi membuka Tanwir Muhammadiyah ke II di Balai Semarak Bengkulu. Setelah membuka kegiatan tersebut, Jokowi kemudian menggelar rapat terbatas dengan bupati walikota dan gubernur. Setelah itu membagikan sertifikat hibah di Masjid Raya Baitul Izzah. Kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Kampung Nelayan bersama dengan Menteri PUPR Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudji Astuti. Usai kegiatan itu, Jokowi kemudian bertolak pulang ke Jakarta melalui Bandara Fatmawati Bengkulu. (del)

Berita Lainnya

Beliung : Beli Untung Sepeda Motor Honda

BENGKULU – Beli Untung Sepeda Motor Honda merupakan program yang ditujukan untuk konsumen setia Honda ...

error: Content is protected !!