Sabtu , 29 Februari 2020
Home / Metropolis / Kurangi Risiko Bencana

Kurangi Risiko Bencana

BENGKULU – Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Palang Merang Jepang, membentuk kelompok siaga bencana berbasis desa (Sibad). Sibad dibentuk di tiga kelurahan, yakni Kelurahan Pondok Besi, Kelurahan Penurunan dan Kelurahan Sumber Jaya. Untuk mendidik masyarakat mengurangi risiko ketika terjadi bencana di desa-desa.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Pusat dan Letjen. Purn. Soemarsono mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan sarana prasarana penanggulangan bencana, jika tidak ditindak lanjuti dengan pendidikan masyarakat atas bencana, maka tetap akan timbul korban jiwa yang lebih banyak. Sehingga masyarakat di desa harus diberikan pelatihan pengurangan risiko bencana.

“Bencana itu ditangani tiga, pertama SDM. Sekarang sudah ada BNPB, Basarnas ada organisasi lainnya. Ini sudah oke, infrastruktur sudah dibangun. Sekarang masyarakat komunitas banyak yang belum kita garap. Walaupun ada jalur efakuasi sarana prasarana kalau tidak care pada masyarakatnya  ya percuma juga korban akan lebih banyak,” kata Soemarsono dalam event masyarakat Bengkulu Tanggung yang digelar PMI Bengkulu di pelataran Parkir Bencoleen Mal (17/2).

Pertolongan bencana ini sederhana, tapi kalau tidak diajarkan akan bisa fatal. Sehingga kelompok Sibad ini akan diberikan pelatihan teknis untuk penanganan bencana. Kemudian aka nada pemasangan EWS di pantai kalau ada potensi tsunami dan sebagainya. “Program pengurangan risiko bencana endingnya  mendidik masyarakat supaya care. Kita sadari sekarang kita berada di daerah rawan bencana,” terangnya.

PMI tidak bisa menangani pembentukan ini di setiap desa. Sehingga selanjutnya pemerintah kota bisa meneruskan program ini. Dalam Undang-Undang Nomor 4 tahun 2007 dijelaskan kalau bencana menjadi tanggungjawab pemerintah. Dalam hal ini BNPB dan sebagainya. “PMI sebagai lembaga yang dibentuk pemerintah fusngsinya sebagai membantu pemerintah. Kalau ditularkan pada desa lain dalam pembentukan Sibad ini tentu akan lebih baik,” terangnya.

Di Solo setiap desanya sudah dibentuk Sibad. JIka pemerintah Kota Bengkulu ingin menerapkannya bisa mencontoh ke Solo. “Ini mudah-mudahan dalam ultah ke 300 Kota Bengkulu bisa dicanangkan pembentukan Sibad di Kota Bengkulu,” terangnya.

Sementara itu Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik H. Hilman Fuadi mengapresiasi kegiatan ini. Sebab akan berdampak pada pengurangan risiko bencana. Dengan adanya pendidikan ke masyarakat. “Kita akan usahakan dicanangkan dalam Ultah ke 300 Kota Bengkulu nanti,” terangnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Utusan Palang Merah Jepangang atau Japanese res cross society,  Mr. Yuki Aoki, Soenarbowo Sandi dari Markas pusat Palang Merang Indonesia dan lainnya.(del)

Berita Lainnya

Dewan Minta Walikota Evaluasi TP2KB  

BENGKULU– Adanya Tim Perencanaan Pembangunan Kota Bengkulu (TP2KB) yang dibentuk oleh Walikota Bengkulu Helmi Hasan, …