Jumat , 15 November 2019
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Perawatan Cagar Budaya Dipertanyakan

Perawatan Cagar Budaya Dipertanyakan

ASET: Sistem pengelolaan terutama untuk perawatan cagar budaya Masjid Padang Betuah di Desa Padang Betuah, Kecamatan Pondok Kelapa dipertanyakan warga.

BENTENG – Keberadaan Masjid Padang Betuah di Desa Padang Betuah, Kecamatan Pondok Kelapa yang dimasukkan dalam aset cagar budaya, saat ini dipertanyakan sistem pengelolaan asetnya. Terutama terkait dengan anggarannya. Pasalnya, masyarakat tidak mengetahui jelas besaran anggaran berikut sistem perawatan aset tersebut.

Padahal, masyarakat juga menginginkan aset tersebut dapat dipugar layaknya aset sejarah lain, seperti Masjid Jamik di Kota Bengkulu yang terus direnovasi supaya lebih menarik dengan tidak merusak model bangunan lama. “Tujuannya untuk menarik pengunjung,” terang Norwanto, warga Desa Padang Betuah, kemarin (17/2).

Kalau banyak pengunjung wisata cagar budaya yang datang, tentu akan membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui berbagai usaha pelayanan kepada pengunjung. Hal inilah yang seharusnya juga harus dipikirkan terkait keberadaan aset tersebut. “Paling tidak warga desa bisa membuka usaha di bidang wisata cagar budaya tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Kades Padang Betuah, Khalidi saat dikonfirmasi menjelaskan, untuk pemeliharaan selama ini memang pihaknya tidak bisa melaksanakan secara penuh. Hal tersebut terkendala dengan dana. Terakhir ada bantuan untuk perbaikan atap masjid. “Sekitar tahun 2015 lalu,” ujarnya.

Pemerintah desa berkeinginan memperbaiki dan menambah beberapa sarana pendukung di areal sekitar masjid. Namun karena keterbatasan kewenangan harus tertunda sampai saat ini. Karena, kewenangan perawatan cagar budaya, disampaikan Khalidi, pihaknya juga tidak mengetahui pasti. Termasuk dengan beberapa pihak swasta yang datang melihat kondisi masjid, tidak ada kesan positif yang bisa diambil setelahnya.

Khalidi berharap, pihaknya diberitahu dan diberikan kewenangan untuk pemanfaatan secara penuh bangunan tersebut. “Seperti bangunan cagar budaya lainnya yang sudah dipoles dengan penambahan sarana pendukung misalnya Masjid Jamik di Kota Bengkulu,” tutupnya. (vla)

Berita Lainnya

Masa Sanggah Hasil Pilkades, Seminggu

BENTENG – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 46 desa se Kabupaten Bengkulu Tengah berjalan sukses. ...

error: Content is protected !!