Sabtu , 24 Agustus 2019
Home / Daerah / Bengkulu Selatan / Akun Palsu Pejabat BKPSDM, Polres Surati Bareskrim

Akun Palsu Pejabat BKPSDM, Polres Surati Bareskrim

KOTA MANNA – Untuk menindaklanjuti aktor kasus dugaan penipuan mutasi jabatan melalui messenger yang mengatasnamakan Kabid Mutasi Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemkab Bengkulu Selatan (BS), Nico Dwipayana yang ditangani penyidik Polres BS pada tahun 2018 lalu, pihak Polres BS telah melayangkan surat permohonan ke Bareskrim.

Surat permohonan izin ke Bareskrim yang di layangkan Polres BS untuk melakukan penyelidikan kepemilikan rekening yang digunakan pelaku, saat melancarkan aksinya pada saat meminta uang hingga ratusan juta kepada beberapa korbannya.

Kapolres BS, AKBP Rudy Purnomo, S.IK, MH melalui Kasat Reskrim, AKP Enggarsah Alimbaldi, SH, S.IK  didampingi Kanit Tipiter, Ipda Gunawan, SH mengatakan, kasus akan tetap ditindaklanjuti dan mengungkap pelaku utamanya. “Surat izin untuk melakukan penyelidikan atas nama pemilik rekening yang digunakan pelaku untuk menampung uang yang ditransfer korbannya itu sudah kita kirimkan ke Bareskrim,” terang Kasat Reskrim, kemarin (19/2).

Lanjut Kasat Reskrim, terkait kasus ini untuk tersangka  Sr (40) yang masih berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab BS itu, saat ini mengalami sakit struk. Namun kasusnya tetap dilanjutkan bahkan berkas perkaranya sudah rampung (P-21). “Berkas perkaranya segera akan kita sampaikan ke Jaksa,” beber Enggarsah.

Sr ditetapkan tersangka atas laporan mantan Sekretaris Kominfo BS, Mardalena, karena diajak tersangka Sr sehingga korban Mardalena merasa tertipu dan mengalami kerugian Rp 100 juta. Uang tersebut disetornya ke rekening  Noni Nurhayati atas permintaan aktor utama akun Facebook palsu Nico Dwipayana.

Dikatakan Enggarsah, kepada korban yang merasa tertipu silakan untuk menyampaikan laporannya ke Satreskrim Polres BS. “Silakan lapor kalau masih ada korban akun Facebook palsu ini. Akan kita terima dan ditindaklanjuti,” tegasnya.

Data terhimpun, dalam kasus ini sedikitnya ada 4 korban yang tertipu. Jumlah uang disetor bervariasi hingga total seluruhnya mencapai Rp 200 jutaan lebih. (tek)

Berita Lainnya

Demo Tuntut Warga Diperkerjakan, Batal

PINO RAYA – Adanya rencana aksi demo warga desa Tanjung Aur II Kecamatan Pino Raya ...

error: Content is protected !!