Minggu , 25 Agustus 2019
Home / Berita utama / Dinilai Merugikan, Masyarakat Desak Pemerintah Tutup PLTU Batu Bara Teluk Sepang

Dinilai Merugikan, Masyarakat Desak Pemerintah Tutup PLTU Batu Bara Teluk Sepang

TUTUP PLTU : Resah dengan keberadaan PLTU yang dianggap merugikan, masyarakat Teluk Sepang bersama mahasiswa gelar aksi demontrasi di halaman Pemda Provinsi, Kamis (21/2). (foto : ade/rb)

BENGKULU – Masyarakat Kelurahan Teluk Sepang dan mahasiswa gelar orasi damai di depan gerbang Kantor Gubernur Bengkulu Kamis (21/2). Mereka menuntut PLTU batu bara ditutup secara total.  “Tutup PLTU teluk Sepang,” teriak masa demo.

Tak hanya itu, massa juga meminta Gubernur Rohidin Mersyah untuk turun menemui mereka. Sebab mereka merasakan dampak buruk terhadap pembangunan PLTU itu. Diantaranya kebun warga yang digusur tanpa ganti rugi. “Pak tolong lah kami, anak-anak kami tidak bisa sekolah lagi. Mata pencarian kami sudah habis. Kebun kami digusur tanpa ganti rugi,” kata warga Teluk Sepang Nurjanah.

Tak hanya itu, warga juga resah dengan keberadaan pekerja asing yang bekerja tanpa dukungan dokumen yang jelas. “Masyarakat pribumi tertindas tidak diperlakukan secara manusiawi. Tidakkah kalian punya hati nurani. Siapa yg dikobarkan, anda dipilih oleh orang Indonesia bukan orang asing itu. Petani disana digusur secara tidak manusiawi.
Apa yang didapat masyarakat hanya debu hanya udara kotor. Mari saudaraku kita terus berjuang bela masyarakat kita. Bela hak kita,” kata orator lainnya.

Jika tuntutan untuk bertemu  dengan PT TLB dengan Pelindo tidak dipenuhi, masyarakat mengancam akan tetap tinggal dan bertahan di lokasi demonstrasi. “Kita akan bertahan disini,” teriaknya.(del)

Berita Lainnya

Latih Merakit Robot Lego, Akademisi Turun ke Sekolah

BENGKULU– Tim dari Universitas Bengkulu dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) sukses menggelar Pelatihan Robotik Lego ...

error: Content is protected !!