Jumat , 19 April 2019
Home / Berita utama / Gubernur Desak Investigasi Meninggalnya Bayi Kembar di RSUD M Yunus

Gubernur Desak Investigasi Meninggalnya Bayi Kembar di RSUD M Yunus

BENGKULU – Gubernur Bengkulu Dr. Rohidin Mersyah, MMA mengatakan akan melakukan investigasi dan klarifikasi terkait dengan meninggalnya Rindi dan Randa bayi kembar buah hati pasangan Sudarmono (37) dan Sunarsih (38) warga Jalan Depati Payung Negara Nomor 8 Kelurahan Pagar Dewa saat dirawat di incubator RSUD M. Yunus. Dia mengatakan informasi selintas terkait dengan meninggalnya bayi itu sudah didapatinya. Namun belum melakukan investigasi atas kebenaran penyebab meninggalnya bayi tersebut.

Berdasarkan informasi kalau bayi itu meninggal karena ruang incubator bayi listriknya padam. “Berat bayi 800 gram, saat itu ditangani oleh dokter spesialis dan dokter serta perawat yang merawatanya ada,” katanya.

Namun, walaupun sudah ada keterangan dari rumah sakit terkait dengan kondisi bayi kembar itu. Rohidin mengatakan perlu dilakukan investigasi, hasilnya untuk perbaikan pelayanan rumah sakit ke depannya. “Saya kira perlu untuk diinvestigasi untuk perbaikan kedepanya,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengatakan kejadian meninggalnya bayi di rumah sakit tersebut akan ditindaklanjuti. Tim akan berkoordinasi dengan RS. M. Yunus tempat bayi itu dilahirkan dirawat. Sebab setiap keluhan ada hal-hal dalam pelayanan yang harus dilakukan verifikasi dan pembinaan untuk perbaikan ke depannya. “Kita sudah ada badan pengawas rumah sakit. Salah satu tugasnya memberikan masukan pada pemeriintah supaya yang terkait dengan pelayanan kesehatan di rumah sakit lebih baik,” katanya.

Dia mengatakan secara medis rumah sakit sudah  menjelaskan kondisi medis bayi kembar itu. Kondisi bayi kembar itu berat badannya kurang dari 1 kilogram. Kalau kurang dari 1 kilogram, memang membutuhkan penanganan khusus dan cukup panjang dengan peralatan yang baik. Sejauh ini menurut keterangan RSMYunus sudah memberikan pelayanan itu. “Harus diverifikasi kembali,” katanya.

Bayi kembar itu terlahir di usia 6 bulan 3 minggu. Rumah sakit merawat bayi itu di dalam incubator untuk mendapatkan penanganan medis karena terlahir dalam kondisi premature. Bayi kembar tersebut meninggal Senin (18/2) pukul 14.00 WIB kemudian bayi kedua meninggal Selasa (19/2).

Anggota DPR RI Susi Marleny Bachsin kemarin berkunjung ke rumah duka dan bertemu dengan Sudarmono. Sudarmono menceritakan tentang kelahiran anaknya yang prematur di RS. Umi. Kemudian karena perlu penanganan medis lebih lanjut sehingga atas permintaannya dirujuk ke RS. DKT. Kemudian DKT akhirnya merujuk ke RS M. Yunus. Saat ini Sudarmono ikhlas dengan kejadian tersebut. “Saya greget mendengar ceritanya tentang mati lampu tersebut,” katanya.

Dia meminta rumah sakit mengetahui kalau adanya mati lampu ini sangat berbahaya. Apalagi untuk ruang khusus seperti incubator dan juga lainnya.”Istrinya melahirkan hari Senin tanggal 18 dini hari, ya putri pertama kembar. Yang pertama perempuan diberikan nama Rindi Putri kemudian dimasukkan di ruang incubator. Kemudian di hari yang sama kemudian lahir anak kedua yang laki-laki namanya Randa dimasukkan incubator,” terangnya. (del)

Berita Lainnya

Raihan Suara Sultan Merata di Seluruh Wilayah

BENGKULU – Langkah Sultan Bahtiar Najamudin menuju kursi senator sepertinya semakin jelas. Berdasarkan perhitungan sementara ...

error: Content is protected !!