Selasa , 26 Maret 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Pemkab Harus Gencar Gali Potensi PAD

Pemkab Harus Gencar Gali Potensi PAD

POTENSI: Objek wisata Air Terjun Sengkuang, menjadi salah satu potensi daerah yang mampu memberikan PAD jika dikelola secara baik.

KEPAHIANG – DPRD Kabupaten Kepahiang mengingatkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang, untuk gencar menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari berbagai sektor. Mengingat tahun ini target penerimaan PAD lebih besar dari tahun sebelumnya.

Diungkapkan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kepahiang, Andrian Defandra, SE bahwa target penerimaan PAD tahun ini sebesar Rp 39 miliar. Angka ini meningkat drastis dari pencapaian PAD tahun sebelumnya yakni Rp 33 miliar, yang disumbangkan oleh sektor retribusi dan pendapatan lainnya.

Dengan rencana pembangunan daerah ke depan yakni mengusung slogan Kabupaten Kepahiang yang Maju, Mandiri dan Sejahtera, Aan –sapaan akrabnya, berharap Pemkab Kepahiang bisa mengeluarkan berbagai kebijakan yang mampu mengejar pencapaian target PAD tersebut.

“Banyak sektor di daerah kita, yang jika dimaksimalkan bisa menghasilkan PAD. Potensi-potensi ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Pemkab Kepahiang untuk bisa mendatangkan dan meningkatkan PAD di daerah kita,” jelas Aan, kemarin (20/2).

Diungkapkan Aan, bahwa pencapaian PAD berbanding lurus dengan anggaran yang digelontorkan APBD pada masing-masing organisasi perangkat daerah. Misalnya usulan nomenklatur Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga salah satunya yang diharapkan dapat mendongkrak PAD pada sektor pariwisata.

“Salah satunya adalah dengan menggali potensi pariwisata yang ada di daerah kita, yang bisa dijadikan salah satu sumber penerimaan PAD. Pemkab harus bisa melengkapi sarana dan prasarana pariwisata agar meningkatkan minat pengunjung serta dapat melakukan promosi ke ranah yang lebih luas,” jelas Aan.

Selanjutnya selain pariwisata, juga ada sektor retribusi yang juga perlu ditingkatkan pengawasan terhadap penarikan retribusi parkir, yang beberapa tahun terakhir belum mencapai hasil maksimal. Padahal, sektor retribusi parkir juga diterapkan di beberapa pusat wisata.

“Terutama masalah retribusi parkir perlu ditingkatkan pengawasannya, kalau dipihakketigakan harapan kita sejalan dengan target PAD yang ditetapkan. Parkir ini selain di pasar juga diberlakukan di pusat wisata, aneh jika pendapatan pada sektor ini rendah,” tutup Aan. (sly)

Berita Lainnya

Korslet, Rumah Petani Dilalap Api

KEPAHIANG – Malang dialami Rosmina (63), seorang petani warga Desa Talang Karet Kecamatan Tebat Karai. ...

error: Content is protected !!