Sabtu , 25 Mei 2019
Home / Breaking News / 5 Sekolah Kedinasan Berikut tak Kalah Recomended Untuk Melanjutkan Pendidikan

5 Sekolah Kedinasan Berikut tak Kalah Recomended Untuk Melanjutkan Pendidikan

SELAIN  PTN (Perguruan Tinggi Negeri) atau PTS (Perguruan Tinggi Swasta) sekolah tinggi ikatan dinas adalah salah satu pilihan yang tepat untuk melanjutkan jenjang pendidikan.Kebanyakan siswa setelah lulus SMA (Sekolah Menengah Atas) akan melirik barisan daftar sekolah tinggi ikatan dinas. Hal ini tak terlepas dari prospek menggiurkan yang ditawarkan, seperti bebas biaya dan pekerjaan langsung setelah lulus dari ikatan dinas tersebut, sehingga lulusannya tidak perlu lagi bingung untuk mencari pekerjaan. Sekolah tinggi ikatan dinas adalah jalur pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah dengan tujuan untuk mencetak sumber daya manusia yang dibutuhkan guna menempati posisi tertentu di setiap bidang pemerintahan.

Terdapat banyak sekali jalur pendidikan ikatan dinas, tapi kita cenderung mengetahui beberapa saja nama-nama sekolah tinggi yang populer dengan tingkat persaingan yang sangat tinggi seperti STAN, STIS, dan IPDN. Jika kamu benar-benar berminat melanjutkan pendidikan ikatan dinas, ada baiknya kamu menambah referensi informasi tentang jalur ikatan dinas lainnya yang tak kalah menarik dan punya prospek cemerlang. YouthZ akan membeberkan lima referensi ikatan dinas yang juga bisa jadi referensi.

STKS

Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung merupakan Perguruan Tinggi Kedinasan di bawah Kementerian Sosial RI yang menyelenggarakan program pendidikan Diploma IV Pekerjaan Sosial dan Program Pascasarjana Spesialis Pekerjaan Sosial. STKS berdiri sejak tahun 1964 sebagai peningkatan dari Kursus Kejuruan Sosial Tingkat Tinggi (KKST) dan berjangka waktu pendidikan selama 2 (dua) tahun. Sekolah tinggi ini sebelumnya berbentuk Kursus Dasar Sosial A (KDSA) yang didirikan tahun 1957 dan berjangka waktu pendidikan selama 1 (satu) tahun.

selain jenjang pendidikan S1, STKS juga menyelenggarakan program pendidikan jenjang Diploma III, kemudian jenjang pendidikan program Diploma IV, hingga tahun 2011, jumlah lulusan STKS sebanyak 11.067 orang, terdiri atas lulusan program pendidikan KDSA, KKST, Sarjana Muda, Diploma III, Sarjana (S1) dan Diploma IV, serta Pascasarjana (S2). Alumni STKS Bandung tersebar di berbagai instansi pemerintah (Kemensos RI, Kemendagri RI, KemenkeS RI, Kemendiknas RI, Kepolisian, TNI, dll.) pemerintah daerah, swasta maupun lembaga-lembaga internasional (UNICEF, UNDP, Save The Children, Plan International, dll.).

Pada tanggal 18 Januari 2001 status STKS sebagai Perguruan Tinggi Kedinasan. Disamping itu, berdasarkan Surat Persetujuan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional RI, mulai tahun akademik 2006 Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung menyelenggarakan Program Studi Profesi Pekerjaan Sosial (Spesialis-1/Sp-1). Program Pendidikan Spesialis-1 (Sp-1) Pekerjaan Sosial ini meliputi 2 (dua) konsentrasi yaitu Konsentrasi Pekerjaan Sosial Sosial Klinis dan Konsentrasi Pekerjaan Sosial Komunitas.

STTD

Sekolah Tinggi Transportasi Darat atau disingkat STTD adalah perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Perhubungan, yang menyelenggarakan pendidikan yang berbasis vokasi dan akademik dalam bidang transportasi darat.

Pertama kali didirikan dengan nama Akademi Lalu Lintas yang dikenal dengan ALL. Pada tanggal 05 Desember 1980, Akademi Lalu Lintas diaktifkan kembali dengan nama Balai Pendidikan dan Latihan Ahli Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (BPL-ALLAJR), namun masih disebut-sebut dengan nama Akademi Lalu Lintas. BPL-ALLAJR hanya menyelenggarakan program Diploma III Ahli LLAJR. Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD), berkedudukan dibawah Departemen Perhubungan.

STMKG

Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) membuka pendaftaran calon taruna baru pada tahun ini. Jadwal pendaftaran berlangsung pada 9 April 2018 – 30 April 2018.Salah satu penyelenggara pendidikan kedinasan yang membuka pendaftaran taruna pada 2018 adalah Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG). Lembaga ini penyelenggara sekolah kedinasan di bawah naungan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).  Seleksi untuk menjadi taruna STMKG ada tiga jenis. Ketiganya ialah Seleksi Kompetensi Dasar (SKD); Seleksi Lanjutan berupa Tes Akademik mata pelajaran Fisika, Matematika dan Bahasa Inggris; serta Seleksi Wawancara dan Tes Kesehatan.

Persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon pendaftar agar bisa mengikuti seleksi calon taruna STMKG terdiri atas dua kategori, yakni syarat umum dan syarat akademik. Calon pendaftar sebaiknya memastikan memenuhi syarat ini sebelum melakukan syarat pendaftaran.

STPN

(STPN) Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional adalah sebuah perguruan tinggi kedinasan di Indonesia yang diselenggarakan oleh Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia. STPN merupakan pendidikan tinggi yang telah cukup lama hadir di Indonesia dan telah meluluskan dalam bilangan ribuan mahasiswa yang kini tersebar di seluruh tanah air. Keberadaan STPN yang memiliki sejarah panjang sebagai Perguruan Tinggi sejak tahun 1963 dengan nama Akademi Agraria maka dapat digolongkan sebagai salah satu perguruan tinggi kedinasan tertua di Indonesia.

Bila melihat dari kekhususan substansi pendidikannya yaitu Pendidikan Tinggi Pertanahan maka STPN merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan pertanahan secara terpadu, menekuni kekhususan bidang tersebut dan berusaha mengembangkannya sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan mandiri.Program Pendidikan Diploma IV Pertanahan terdiri dari 2 jurusan:Jurusan Manajemen Pertanahan dan Jurusan Perpetaan.

Materi perkuliahan yang diberikan dibuat sedekat mungkin dengan aplikasi kebutuhan di lapangan baik yang bersifat perencanaan, teknik kegiatan, administrasi pertanahan, maupun penyelesian sengketa pertanahan

materi perkuliahan diberikan selama 4 tahun dengan sistem kredit semester sebanyak 147 dengan penajaman materi sesuai dengan konsentrasi atau jurusan masing-masing. Guna mengingkatkan kemampuan palikatif tersebut selain diwajibkan mengikuti kuliah-kuliah praktiek baik yang dilaksanakan di ruang laboratorium maupun di Laboratorium Desa melalui Kuliah Praktik Kerja Lapangan (PKL), mahasiswa juga harus mengikuti Kuliah Kerja Praktik Pertanahan Terpadu (KKPPT) yang diselenggarakan bekerjasama dengan kantor-kantor pertanahan di lingkungan BPN RI. Melalui kegiatan KKPPT ini mahasiswa dapat mengenal lebih dekat ruang lingkup profesi dan pekerjaan yang akan mereka hadapi setelah lulus dari pendidikan.

POLTEKIM

Akademi Imigrasi (AIM) adalah suatu pendidikan tinggi kedinasan di lingkungan kementerian  Hukum dan  HAM yang menyelenggarakan pendidikan profesional kedinasan, terutama diarahkan pada penerapan keahlian, dan ilmu pengetahuan di bidang keimigrasian. Setelah melalui beberapa proses yang cukup panjang, kini AIM telah bertransformasi menjadi Politeknik Imigrasi (Poltekim).

Visi dan Misi AIM tersebut diarahkan dalam rangka mencapai tujuan pembentukan AIM yaitu mencetak kader pimpinan di lingkungan Direktorat Jendral Imigrasi dan Kementerian Hukum dan HAM RI masa depan dimana lulusannya kelak akan ditempatkan di seluruh kantor imigrasi di Indonesia dan atau di perwakilan imigrasi di luar negeri.

Politeknik Imigrasi juga terbagi menjadi 3 program studi, yaitu Hukum Keimigrasian, Administrasi Keimigrasian, dan Manajemen Teknologi Keimigrasian.

Proses ini diawali dengan latihan dasar kesamaptaan, yaitu rangkaian kegiatan yang ditujukan buat pembentukan dasar mental, fisik, dan kedisiplinan para calon taruna. Pelatihan pendidikan dasar tersebut berlangsung selama 30 hari dengan supervisi langsung dari Korps Marinir yang merupakan salah satu komando primer TNI Angkatan Laut atau juga dari Korps Brimbo (Brigade Mobil) Kepolisian Republik Indonesia.

Kegiatan latihan dasar kesamaptaan di Akademi Imigrasi dirangkaikan dengan masa basis, yaitu masa persiapan dan sosialisasi kehidupan taruna kepada calon taruna. Masa ini berlangsung selama tiga bulan dan bertempat di pusat pendidikan dan latihan milik Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Di dalam pola pendidikan, Politeknik Imigrasi menggunakan pola sesuai dengan Keputusan Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia Nomor: M.08-DL.01-05 Tahun 2000 tentang Panduan Pengajaran, Pelatihan dan Pengasuhan pada Akademi Imigrasi atau yang  dikenal dengan istilah “jarlatsuh”, yaitu singkatan dari pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan.

Nah YouthZ itu dia 5 ikatan dinas yang bisa kamu jadikan referensi untuk pilihan melanjutkan pendidikan setelah SMA. Ingat jangan hanya terpaku pada beberapa sekolah yang terkenal saja ya, mungkin kamu juga punya passion di beberapa ikatan dinas di atas gak ada salahnya untuk cari tau lebih dalam ya. (vee)

Berita Lainnya

Pertarungan Sengit PAN Vs Nasdem

LEBONG – Kabupaten Lebong dipastikan ikut sebagai peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020. Kendati ...

error: Content is protected !!