Kamis , 18 April 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Ayah Setubuhi Anak Kadung Dituntut 20 Tahun Penjara

Ayah Setubuhi Anak Kadung Dituntut 20 Tahun Penjara

KEPAHIANG – Masih ingat kasus kasus persetubuhan dan pencabulan yang dilakukan Ad (36) warga Kecamatan Bermani Ilir terhadap Kembang (15) – nama samaran – yang merupakan anak kandungnya Oktober 2018 lalu? Kini korban telah melahirkan anak hasil perbuatan bejad ayahnya. Disisi lain sang ayah yang juga pelaku masih menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri (PN) Kepahiang.

Hasil persidangan yang dilakukan terhadap terdakwa Ad, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan hukuman penjara 20 tahun dan denda Rp 5 miliar subsidair 6 bulan penjara. Ini disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepahiang H. Lalu Syaifudin, MH melalui Kasi Pidum Hironimus Tafonao, MH.

Menurutnya dalam amar tuntutan yang dibacakan, terdakwa secara sah dan meyakinkan telah melanggar pasal 76D Jo pasal 81 ayat (1), ayat (3) UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti UU RI Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jadi UU.

“Dengan diterapkan pasal diatas sehingga terdakwa dituntut 20 tahun penjara denda Rp 5 miliar dan subsidair 6 bulan penjara, sesuai perbuatan terhadap korban yang merupakan anak kandung terdakwa,” terang Hironimus.

Tuntutan hukuman maksimal tersebut dilakukan lantaran perbuatan yang dilakukan terdakwa sudah masuk kategori melampaui batas. Sebab korban merupakan darah daging terdakwa. Hironimus berharap dari tuntutan yang disampaikan tersebut, bisa jadi bahan pertimbangan bagi majelis hakim dan memberi efek jera terhadap terdakwa.

“Kalau menurut kami tuntutan hukuman maksimal sangat layak diberikan pada terdakwa. Mengingat perbuatan terdakwa terhadap korban yang secara hukum tidak bisa ditoleransi. Kita berharap majelis hakim bisa mengabulkan tuntutan kita,” lanjut Hironimus.

Sekadar mengingatkan, terungkapnya kasus ini berawal dari kecurigaan warga sekitar yang melihat perubahan di tubuh korban, dimana perut korban semakin membesar. Warga sekitar menginterogasi korban dan keluarganya, korban mengaku dihamili pacarnya.

Warga minta korban mengatakan pacar yang menghamilinya, karena warga tidak pernah melihat ada laki-laki yang datang berkunjung ke rumah korban. Setelah ditunggu-tunggu ternyata keluarga korban tidak bisa menunjukkan siapa yang menghamili korban. Akhirnya warga setempat coba mengambil langkah lain dengan pendekatan persuasif pada korban. Akhirnya terungkap ayah dari janin yang dikandung korban adalah bapaknya sendiri.

Mendengar pengakuan korban, warga naik pitam dan sempat menghakimi pelaku. Beruntung saat itu anggota Polsek Bermani Ilir yang sedang patroli, berhasil mencegah aksi warga yang geram. Oleh anggota dan beberapa warga, akhirnya pelaku diserahkan ke Polres Kepahiang.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, pelaku (terdakwa Ad, red) mengaku telah menyetubuhi korban. Menurutnya perbuatan nekat tersebut lantaran tak kuasa melihat kemolekan tubuh anaknya yang mulai beranjak gadis. Akhirnya terdakwa diproses secara hukum oleh Satreskrim Polres Kepahiang.(sly)

Berita Lainnya

Ada Potensi Bencana, BPBD Bentuk Desa Siaga Bencana

KEPAHIANG – Kondisi geografis Kabupaten Kepahiang yang berada dalam zona merah gempa bumi dan ring ...

error: Content is protected !!