Rabu , 13 November 2019
Home / Daerah / Bengkulu Selatan / DD Naik, Pembangunan Harus Maksimal

DD Naik, Pembangunan Harus Maksimal

BENTENG – Adanya kenaikan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2019, dari Rp 98 miliar untuk 142 desa tahun lalu, naik menjadi Rp 111,16 miliar di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) harus bisa dimanfaatkan untuk pelaksanaan pembangunan secara langsung di tingkat desa. Untuk itu, semua kegiatan supaya bisa maksimal, tentunya harus berdasarkan keputusan bersama dari seluruh warga desa.

Kabid Anggaran Badan Keuangan Daerah (BKD) Benteng, Ade Crishtian, S.STP mengatakan, persetujuan kenaikan tersebut langsung  dari pemerintah pusat. “Diteruskan ke daerah untuk disalurkan ke rekening desa yang masuk dalam penerima DD,” jelasnya, kemarin (22/2).

Untuk proses penerima, masih menggunakan metode tahun lalu, yakni 20:40:40. Saat ini sedang dilakukan proses pencairan untuk DD tahap pertama sebesar 20 persen dari nilai anggaran. Namun, perlu diingatkan kembali, semua desa yang akan menerima DD untuk mengurus syarat sesuai aturan.

“Terutama untuk laporan realisasi kegiatan DD sebelumnya harus melalui verifikasi mulai dari tingkat kecamatan, Ipda dan Dinas PMD. Setelah itu, baru DD bisa disalurkan ke masing-masing rekening desa,” jelasnya.

Pembagian jumlah DD setiap desa juga tidak akan sama. Sistem penghitungan seperti luas wilayah, jumlah penduduk sangat mempengaruhi besaran jumlah DD yang didapat oleh masing-masing desa. Tentunya desa dengan luas wilayah kecil dan jumlah penduduk yang sedikit tidak akan lebih banyak mendapatkan DD.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa se-Kabupaten Benteng, Sutan Muklis, SH mengatakan, anggaran DD memang sangat diperlukan terutama untuk mempercepat pembangunan di desa. Seperti halnya, di desa yang dipimpinnya yakni Rindu Hati. Berbagai pembangunan dan pemberdayaan untuk ekonomi masyarakat dilakukan.

Dengan adanya pembangunan terutama berkaitan dengan pembangunan ekonomi, diharapkan akan membuka lapangan pekerjaan dan meningkatnya taraf ekonomi masyarakat desa. “Dalam penggunaan DD, tidak bisa sepihak saja, karena jaga ikut diawasi oleh banyak pihak ,” demikian Sutan. (vla)

Berita Lainnya

Dinas Kesehatan Sukseskan Hari Kesehatan Nasional

KOTA MANNA – Hari Kesehatan Nasional ke-55 tahun 2019 yang jatuh 12 November sukses digelar ...

error: Content is protected !!