Sabtu , 20 Juli 2019
Home / Breaking News / Pengunjung Benteng Marlborough Cenderung Menurun

Pengunjung Benteng Marlborough Cenderung Menurun

KUNJUNGI: Rombongan murid SD di Kota Bengkulu mengunjungi Benteng Marlborough, Sabtu (23/2) . (foto : yunike/rb)

BENGKULU – Benteng Marlborough menjadi salah satu ikon wisata sejarah di Kota Bengkulu. Beberapa tahun terakhir ini grafik jumlah pengunjung cenderung menurun. Penurunan jumlah pengunjung ke benteng peninggalan zaman kolonial inggris tersebut terjadi mulai tahun 2018.

“Tahun 2015-2016 itu sedang ramai-ramainya. Mulai masuk 2018 itu terjadi penurunan, terlihat dari perbandingan jumlah kunjungan pada tahun 2017 dengan 2018. Lebih ramai tahun 2017,” ujar penanggungjawab retribusi masuk Benteng Marlborough, Eka Syalman.

Eka yang merupakan staf Pengendalian Kepariwisataan Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bengkulu ini menerangkan, jumlah pengunjung cenderung meningkat ketika Bengkulu menjadi tuan rumah kegiatan skala nasional. Juga ketika pada saat musim liburan sekolah karena mayoritas rata-rata pengunjung berasal dari luar kota.

Meskipun jumlah pengunjung cendreung menurun, namun untuk target PAD dari benteng ini selalu bisa melebihi target.

“Dulu banyak juga yang datang berombongan pakai pikap, dan mobil truk tapi semenjak mobil pikap atau truk tidak boleh lagi membawa penumpang di bak, jumlah pengunjung menurun,” bebernya.

Untuk tahun 2019 ini, sambungnya, pengunjung ramai antara awal Januari sampai 10 Januari karena pada saat itu masih libur sekolah. Setelah itu kunjungan ke benteng Marlborough kembali sepi hingga ada Tanwir Muhammadiyah membuat jumlah pengunjung melonjak. “Tahun ini masih berjalan jadi kita belum tahu apakah jumlah pengunjung tahun ini akan lebih banyak dari tahun sebelumnya,” jelas Eka.

Dijelaskan Eka di benteng Marlborough saat ini sudah ada fasilitas literasi sejarah dinamakan dengan ruang pamer dan audiovisual. Agar pengunjung dapat mengetahui sejarah benteng, sejarah Bengkulu, termasuk pada saat pendudukan kolonial Inggris dan Belanda. Informasi-informasi tersebut ada di bekas ruang tahanan yang disulap menjadi ruang pamer 1 dan ruang pamer 2. Juga terdapat di ruang pertama sebelah kiri dari pintu masuk penjagaan karcis masuk benteng, bekas barak penjagaan.

“Tidak mengubah bentuk bangunan, hanya menata ruangan dengan menghadirkan barang-barang sejarah termasuk informasi-informasi layaknya sebuah musium,” tuturnya. Keberadaan ruang pamer dan audivisual ini menurutnya membuat masyarakat lebih puas karena bisa mengetahui sejarah tentang benteng meskipun tanpa didampingi seorang pemandu wisata.

Sementara itu kemarin rombongan dari SD 73 Kota Bengkulu mengunjungi benteng Marlborough. Ada 37 anak bersama guru pendamping berkunjung ke benteng dalam rangka wisata literasi dengan mengunjungi tempat bersejarah. Kegiatan ini rutin dilakukan paling tidak setahun sekali oleh sekolah dengan membawa anak-anak pelajar kelas IV SD. “Mengenalkan tempat bersejarah langsung kepada anak-anak. Berwisata sembari belajar,” kata guru pendamping rombongan SDN 73 Yeni Fitria, S.Pd. (key)

Berita Lainnya

Modus Cari Kontrakan, Motor Dibawa Kabur

KOTA MANNA – Naas dialami Agung Wahyudin (19) warga kelurahan Tanjung Mulia, Pasar Manna. Pasalnya, ...

error: Content is protected !!