Minggu , 8 Desember 2019
Home / Daerah / Curup Pos / Tempo Dua Bulan Sudah Lima Kali Terjadi Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur di Rejang Lebong

Tempo Dua Bulan Sudah Lima Kali Terjadi Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur di Rejang Lebong

CURUP – Ini harus menjadi perhatian serius seluruh elemen masyarakat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong (RL). Dari catatan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres RL, selama 2019 atau setidanya kurung waktu dua bulan (Januari-Februari) terdapat laporan 5 kasus persetubuhan anak dibawah umur.

Dimulai dari 30 Januari Remaja putri putus sekolah umur 17 tahun disetubuhi hingga hamil di Kecamatan Curup Selatan. Lalu di Kecamatan Curup Utara terjadi 5 Februari yaitu siswi SMP umur 14 tahun disetubuhi setelah berkenalan lewat media sosial (medsos) Facebook (FB).

Kemudian, masih dikecamatan Curup Utara yaitu 12 Februari yang dialami siswi SMA berumur 17 tahun. Serta di Kecamatan Curup Tengah yang terjadi 20 Februari lalu, dimana seorang siswi SD berumur 10 tahun disetubuhi hanya dengan iming-iming uang jajan. Dan terakhir yang terjadi pada 23 Februari 2019 lalu di Kecamatan Bermani Ulu Raya (BUR) yang menimpa siswi SMP berumur 14 tahun.

Diungkapkan Kapolres RL AKBP Jeki Rahmat Mustika, S.IK melalui Kasat Reskrim AKP Jery Antonius Nainggolan, S.IK kepada RB, jumlah kasus tersebut sangat mungkin meningkat dari jumlah kasus persetubuhan anak bawah umur dan asusila lainnya tahun 2018 lalu. Karena dalam jangka waktu dua bulan saja, setidakny sudah masuk laporan dan sedang diproses hukum 5 kasus. ‘’Untuk tahun 2018 lalu, dari catatan kita ada 15 kasus dan seluruhnya sudah tuntas atau P21 penanganan pidananya,’’ ungkap Jery.

Ditambahkan Jery, kondisi yang terjadi betul-betul harus mendapatkan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat. Terutama para orang tua dan keluarga, termasuk pemerintah melalui instansi terkait mereka. Agar lebih aktif dalam mengawasi anak-anaknya serta memberikan edukasi tentang moral dan bahaya perilaku seksual usia dini.

‘’Karena memang rata-rata kasus asusila terjadi, lantaran masih kurangnya pengawasan orang tua. Dan dari pengakuan korban, memang dengan pelaku sudah saling kenal. Sehingg pelaku bisa disebut bukan orang lain. Harapan kita ada upaya yang serius untuk menangi kasus-kasus asusila yang korbannya adalah anak bawah umur dari seluruh elemen masyarakat. Agar kasus-kasus seperti ini tidak lagi terus terjadi,’’ imbuh Jery.(dtk)

 

Berita Lainnya

Kejaksaan Negeri Rejang Lebong Butuh Tambahan Jaksa

CURUP – Kepala Kejaksaan Negeri Rejang Lebong Conny Tonggo Masdelima, SH, MH mengungkapkan, bahwa Kejaksaan ...

error: Content is protected !!