Jumat , 15 November 2019
Home / Daerah / Kepahiang / SDM Medis di Kepahiang Minim

SDM Medis di Kepahiang Minim

PUSKESMAS: Salah satu puskesmas yang perlu ditingkatkan lagi pelayanan kesehatan kepada masyarakat adalah Puskesmas Kelobak yang berada di depan kantor Bupati Kepahiang. (foto : arie/rb)

KEPAHIANG – Pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Kepahiang perlu ditingkatkan secara maksimal. Namun untuk memaksimalkan pelayanan tersebut, tentunya harus didukung sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya. Hal inilah yang saat ini menjadi usulan DPRD Kabupaten Kepahiang kepada Pemkab Kepahiang terkait sumber daya manusia di bidang medis.

Pasalnya saat ini ada beberapa Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Kepahiang, yang masih kekurangan SDM khususnya tenaga kontrak. Untuk itu DPRD Kabupaten Kepahiang meminta Pemkab Kepahiang agar bisa lebih peka terhadap pelayanan kesehatan masyarakat ini.

Diketahui sebelumnya, ada beberapa puskesmas yang kekurangan tenaga kontrak dalam menunjang pelayanan terhadap masyarakat, yakni Puskesmas Keban Agung, Puskesmas Muara Langkap dan Puskesmas Kabawetan, yang rata-rata hanya diisi tenaga kesehatan dengan status Tenaga Kerja Sukarela (TKS), yang mana honor para TKS sewaktu-waktu bisa berubah.

Diungkapkan Anggota DPRD Kabupaten Kepahiang Edwar Samsi, S.Ip, MM bahwa kurangnya SDM di beberapa Puskesmas tersebut terjadi lantaran sampai saat ini Pemkab Kepahiang sama sekali belum melakukan perekrutan tenaga kontrak, kendati anggarannya sudah diakomidir dalam APBD 2019 ini.

“Beberapa tenaga kontrak yang dibutuhkan dari hasil pantauan kami di beberapa puskesmas, diantaran tenaga farmasi, analis dan tenaga kesehatan lainnya. Saat ini dibeberapa puskesmas hanya ada TKS saja, padahal kita tahu TKS honornya tidak seberapa, sehingga kita tidak bisa menuntut lebih terhadap kinerja jika hak mereka pun masih belum bisa kita fasilitasi sepenuhnya,” jelas Edwar.

Ia pun menyayangkan Pemkab Kepahiang yang batal melakukan perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) untuk tenaga kesehatan, padahal sudah diamanahkan oleh Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 tahun 2018.

“P3K batal direkrut oleh Pemkab Kepahiang, harapan kita rekrutmen tenaga kontrak itu sesuai dengan kebutuhan. Salah satunya untuk tenaga kesehatan, ini sangat penting karena untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di daerah kita, apalagi beberapa Puskesmas statusnya sudah rawat inap,” jelas Edwar. (sly)

 

 

 

Berita Lainnya

Prioritaskan Infrastruktur

KEPAHIANG – Program perencanaan pembangunan untuk tahun 2020 saat ini masih disusun. Dari puluhan program ...

error: Content is protected !!