Senin , 21 Oktober 2019
Home / Metropolis / 174 Kasus ABH di Kota Bengkulu

174 Kasus ABH di Kota Bengkulu

KOTA BENGKULU – Sebanyak 174 anak di Kota Bengkulu, berhadapan dengan hukum selama tahun 2018 lalu. Bahkan 136 diantaranya sudah diputus oleh pengadilan. Dari 174 Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) tersebut, semuanya adalah laki laki dan tidak ada perempuan.

Kepala Bimbingan Klien Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Bengkulu, Aldikan Nasution, Amd.IP, SH, M.Si melalui Kasubsi Bimbingan Klien Anak (BKA), Siska Noventri, S.IP menjelaskan, selama Januari-Desember 2018, Bapas telah mendampingi 431 anak kasus ABH di Provinsi Bengkulu. “Terbanyak dari Kota Bengkulu dengan 174 kasus ABH dan terkecil Bengkulu Tengah yang hanya ada 9 kasus ABH,” bebernya, kemarin (4/3).

Bapas mencatat, dari 174 kasus ABH tersebut, sebanyak 38 kasus dengan hasil pendampingan diversi dan 136 kasus telah diputus oleh pengadilan. Untuk kasusnya sendiri, terbanyak yang terjadi adalah masalah pencurian yakni sebanyak 130 kasus. Sedangkan untuk yang lainnya seperti asusila hanya 6 kasus, Senjata Tajam (Sajam) 3 kasus, narkotika 6 kasus, Lakalantas 7 kasus, penggelapan 1 kasus, kekerasan 5 kasus, mata uang 2 kasus dan penganiayaan 14 kasus. Faktor penyebab anak bermasalah dengan hukum yakni diantaranya pergaulan dan ekonomi.

“Kota Bengkulu paling banyak, biasanya faktor anak itu yakni pergaulan yang salah atau terhimpit ekonomi keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembalian ABH kepada orang tua tidak serta merta bebas seusai melakukan pelanggaran hukum. ABH tersebut tetap dalam masa pendampingan dan wajib melapor ke Kantor Bapas sebagai bagian dari bentuk pengawasan Bapas. Pihak Bapas akan melakukan pemantauan agar ABH yang mendapatkan diversi dikembalikan ke orang tuanya tidak mengulangi perbuatannya kembali. Biasanya akan dilakukan sedikitnya 1 bulan sekali. Sementara itu untuk ABH yang mendapatkan vonis, rata-rata vonisnya 1 tahun ke bawah.

“Yang pidana ringan akan mendapatkan diversi sedangkan yang cukup berat biasanya vonisnya 1 tahun ke bawah masa hukuman,” lanjutnya.

Tahun ini, pada Januari – Februari lalu sudah terjadi 90 kasus ABH. Kota Bengkulu masih menjadi yang terbanyak dibanding kabupaten/kota lainnya yang ada di Provinsi Bengkulu. Sama dengan tahun sebelumnya, kasus pidana terbanyak yakni pencurian dengan 31 kasus. Ia menambahkan, pada tahun ini Lapas anak akan dibangun.

“Dua bulan terakhir, masih kota juga yang terbanyak, untuk Lapas anak sendiri saat ini untuk konsep sudah ada tetapi untuk gedungnya belum ada karena baru akan dibangun,” pungkasnya. (cw1)

Berita Lainnya

Masih Langka, Harga Gas LPG 3 Kg Tembus Rp 25 Ribu

BENGKULU –  Kelangkaan tabung gas LPG ukuran 3 kilogram (Kg) terus dikeluhkan masyarakat Kota Bengkulu. ...

error: Content is protected !!