Jumat , 18 Oktober 2019
Home / Metropolis / BPRS Belum Berjalan

BPRS Belum Berjalan

Dadi Hartono

BENGKULU – Tampaknya, rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu untuk membantu perekonomian masyarakat melalui pembangunan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Fadhilah, masih tertunda. Padahal Kantor BPRS sudah berdiri sejak lama di simpang Kebun Geran Jalan Soeprapto. Bahkan sudah direhab kembali pada tahun 2017 lalu.

Kabag Perekonomian Setda Kota Bengkulu, Dadi Hartono menjelaskan, alasan BPRS Fadhilah belum juga berjalan karena sampai saat ini Pemkot masih menunggu adanya izin prinsip dan operasional yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Sampai sekarang, berkas pendirian BPRS Fadhilah masih dinyatakan belum lengkap,” katanya, kemarin (4/3).

Dijelaskan, salah satu kendalanya yaitu calon komisaris, dewan pengawas, direksi dan komisaris utamanya baru 2 orang yang dinyatakan lengkap. Maka dari itu, empat nama baru sudah diusulkan ulang dan akan diverifikasi kembali. Setelah melalui proses yang sangat panjang, akhirnya OJK telah merampungkan koreksi berkas yang disampaikan oleh tim BPRS Fadhilah.

Pada 11 Maret nanti, OJK pusat akan melalukan wawancara dan klarifikasi secara langsung di kantor OJK Perwakilan Bengkulu. Pemkot selain menyiapkan gedung untuk kantor juga sudah menyiapkan meubel dan perangkat keras lainnya termasuk juga karyawannya nanti.

“Tinggal tahap wawancara lagi, insya Allah Senin (11/3) depan akan dilaksanakan di kantor OJK Perwakilan Bengkulu,” ujarnya.

Ia menambahkan, karyawan saat ini sudah ada dan siap untuk bekerja. Sebanyak 13 karyawan sudah direktrut sejak tahun lalu oleh pihak Pemkot. Pembangunan BPRS Fadhilah ini menggunakan dana APBD Pemkot sebesar Rp 7 miliar. Tak hanya itu, pada tahun ini pula, Pemkot sudah mengalokasikan dana sebesar Rp 200 juta lebih untuk gaji 6 orang komisaris dan Rp 60 juta lebih untuk gaji 13 orang karyawan.

Nantinya, karyawan BPRS Fadhilah akan mendapatkan gaji di atas UMR sedangkan untuk komisaris, dewan pengawas dan direksi akan mendapatkan gaji sekitar Rp 15 juta per bulannya. “Kita masih menunggu izin dari OJK, setelah izin tersebut keluar maka BPRS Fadhilah bisa langsung beroperasi,” pungkasnya. (cw1)

Berita Lainnya

Enam Kontingen Sudah Konfirmasi

BENGKULU – Total ada 10 provinsi yang mengikuti ajang PORWIL X Sumatera, hingga kemarin (17/10) ...

error: Content is protected !!